JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kurs rupiah pada perdagangan akhir pekan, Jumat (3/9) ditutup menguat.
Di pasar modal, IHSG ditutup menguat 48,69 poin ke posisi 6.126,92, indeks LQ45 naik 11,06 poin ke posisi 873,92. Sementara rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 10 poin ke posisi Rp14.263 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.273 per dolar AS.
Analis pasar modal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam kajiannya menyebutkan, hari ini penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa global yang cenderung menguat seiring rilis data ekonomi AS yang cenderung membaik, ditambah menguatnya pergerakan harga komoditas.
Hal senada juga disampaikan Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya yang menyebutkan bahwa solidnya data klaim pengangguran AS dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, dan batu bara, memang menjadi katalis positif bagi IHSG.
Sementara sikap hati-hati investor menjelang rilis data ketenagakerjaan non pertanian atau nonfarm payroll AS untuk bulan Agustus, menjadi katalis negatif.
Dibuka menguat, tak lama IHSG melemah namun naik kembali ke zona hijau jelang penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua IHSG betah berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dimana sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 2,11 persen, diikuti sektor energi dan sektor kesehatan masing-masing 1,91 persen dan 1,17 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi masing-masing sebesar 0,62 persen dan 0,59 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp207,78 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.323.332 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,5 miliar lembar saham senilai Rp10,07 triliun. Sebanyak 240 saham naik, 238 saham menurun, dan 164 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 584,6 poin atau 2,05 persen ke 29.128,11, indeks Hang Seng turun 188,44 poin atau 0,72 persen ke 25.901,99, dan indeks Straits Times terkoreksi 4,74 poin atau 0,15 persen ke 3.084,1.
Rupiah Menguat
Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya mengatakan, pergerakan rupiah pada pekan ini relatif cukup baik. “Sudah empat hari rupiah ditutup di bawah Rp14.300, baik karena faktor global maupun domestik,” ujarnya.
Dari global, lanjut Rully, sinyal moneter longgar atau dovish dari bank sentral AS The Fed kemungkinan akan tetap sampai pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC meeting) pada 21-22 September mendatang. “Hal ini disertai dengan terus turunnya USD Index dan US Treasuey 10 year yang stabil di bawah 1,3 persen,” kata Rully seperti dilansir AntaraNews.
Rully menambahkan, sementara dari dalam negeri, laju inflasi dinilai masih cukup stabil. Begitu pula surplus neraca dagang yang masih tinggi dan defisit neraca transaksi berjalan yang juga stabil.
“Selain itu, pasar juga sangat merespons positif Surat Keputusan Bersama atau SKB Jilid III yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia,” ujarnya.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.270 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.256 per dolar AS hingga Rp14.270 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.261 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.281 per dolar AS./










































