www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 19 September 2026
Home LIFESTYLE Pocari Sweat Run 2026 Targetkan Tak Ada Sampah Plastik ke TPA
LIFESTYLE

Pocari Sweat Run 2026 Targetkan Tak Ada Sampah Plastik ke TPA

16.000 Peserta Pocari Sweat Run 2026 Datang ke Bandung, Ekonomi dan Hotel Ikut Bergerak.
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Penyelenggaraan Pocari Sweat Run 2026 di Kota Bandung menargetkan sampah plastik yang dihasilkan selama kegiatan tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah plastik dari kegiatan lari tersebut akan dipilah dan didaur ulang sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan keberlanjutan event olahraga.

Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengatakan pengelolaan sampah plastik menjadi bagian dari penyelenggaraan Pocari Sweat Run 2026. Sampah yang terkumpul akan dipilah sebelum diproses untuk didaur ulang.

“Sampah-sampah plastik ditangani oleh pihak Pocari. Jadi nanti sampahnya semua dipilah dan juga didaur ulang. Tidak ada sampah yang dibuang ke TPA,” kata Puspita, Sabtu (19/9).

Pocari Sweat Run 2026 digelar selama dua hari di Kota Bandung dengan total sekitar 16.000 peserta. Pada hari pertama, Sabtu (19/9/2026), sebanyak 7.500 peserta mengikuti kategori 10K. Sementara pada hari kedua akan digelar kategori half marathon yang diikuti sekitar 8.500 peserta.

Besarnya jumlah peserta membuat pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan event. Selain pengelolaan sampah plastik oleh penyelenggara, Pemerintah Kota Bandung turut menyiapkan dukungan kebersihan di sepanjang lokasi kegiatan.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengerahkan personel dan kendaraan untuk mendukung kebersihan selama Pocari Sweat Run 2026.

“DLH tadi mengerahkan pasukan sapu berapa banyak 20 mobil truk, kemudian satu mobil pick up, satu mobil road sweeper, dengan 30 personel,” ujar Farhan.

Penanganan kebersihan dilakukan untuk memastikan jalur yang digunakan peserta tetap bersih selama dan setelah kegiatan berlangsung. Pemerintah Kota Bandung juga berkolaborasi dengan penyelenggara serta komunitas dalam menangani sampah yang muncul selama event.

Sebelumnya, Farhan menyebut Pemkot Bandung memiliki perhatian terhadap standar kebersihan dalam penyelenggaraan event lari. Ia mengatakan penyelenggara perlu memastikan fasilitas pembuangan sampah, termasuk di area water station, mampu menampung sampah peserta.

Menurut Farhan, evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas penyelenggaraan event olahraga di Kota Bandung.

Dari sisi pelaksanaan, Farhan mengatakan hari pertama Pocari Sweat Run 2026 berlangsung aman dan lancar. Pengaturan lalu lintas di sejumlah titik sempat dilakukan, tetapi tidak berlangsung lama.

“Jadi, hari pertama Pocari Run alhamdulillah lancar. Klaksonnya minimum sekali. Jadi, secara keseluruhan aman,” kata Farhan.

Ia menyebut terdapat sejumlah evaluasi, namun sifatnya minor. Salah satu perhatian berada di area menjelang garis finis yang menjadi pusat kegiatan karena berada di kawasan Balai Kota Bandung.

“Selebihnya mantap,” ujarnya.

Farhan juga mengatakan setelah sekitar pukul 06.30 WIB, kondisi lalu lintas kembali berjalan lancar. Penanganan lalu lintas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar event lari tetap memberikan pengalaman yang baik bagi peserta sekaligus tidak terlalu mengganggu aktivitas warga.

16.000 Peserta Dorong Sport Tourism Bandung

Selain aspek lingkungan, Pocari Sweat Run 2026 turut memberikan dampak terhadap aktivitas wisata dan ekonomi Kota Bandung. Dari total 16.000 peserta, sekitar 30 persen berasal dari Kota Bandung, sedangkan peserta lainnya datang dari luar daerah.

Puspita mengatakan peserta dari luar Kota Bandung datang dan menginap selama mengikuti rangkaian kegiatan. Kondisi tersebut turut memberikan dampak terhadap sektor akomodasi.

“16.000, 30 persen dari Kota Bandung. Jadi sisanya dari luar Kota Bandung. Mereka datang untuk menginap, sehingga hotel juga penuh,” kata Puspita.

Ia mengatakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan Pocari Sweat Run 2026 masih dalam proses penghitungan hingga rangkaian kegiatan selesai.

Farhan mengatakan kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah sejalan dengan konsep sport tourism atau wisata olahraga. Menurutnya, aktivitas wisata kini tidak hanya berkaitan dengan rekreasi, tetapi juga dapat dipadukan dengan kegiatan olahraga.

“Orang datang berwisata tidak hanya duduk diam dan bersantai, tetapi juga beraktivitas olahraga. Ini salah satunya yang paling banyak mengundang peserta,” ujar Farhan.

Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 16.000 orang, Pocari Sweat Run 2026 menjadi salah satu event olahraga berskala besar yang digelar di Bandung. Di sisi lain, pengelolaan sampah menjadi bagian penting agar penyelenggaraan sport tourism tetap memperhatikan kebersihan dan lingkungan kota.

Jadi Momen Berkesan

Salah satu peserta yang turut merasakan langsung suasana Pocari Sweat Run 2026 adalah penyanyi Rizky Febian. Untuk pertama kalinya, Iky mengikuti lari 10K di Kota Bandung, kota tempat ia dibesarkan.

Iky mengaku senang mengikuti lomba tersebut. Menurutnya, suasana Kota Bandung yang sejuk dan kondisi rute yang bersih membuat pengalaman larinya semakin menyenangkan.

“Yang pasti aku senang banget karena pertama kalinya tuh kita langsung disapa sama cuaca yang adem. Cuacanya enak, terus di jalan semuanya adem, tentram semuanya, bersih di setiap jalan tadi,” kata Rizky Febian.

Ia juga menikmati interaksi dengan warga Bandung selama berlari. Beberapa warga bahkan menyapanya dan mengajaknya berbincang ketika berada di rute.

“Seru jadinya,” ujarnya.

Rizky Febian mengatakan pengalaman mengikuti 10K tersebut menjadi momen yang berkesan secara pribadi. Dukungan istri dan anak menjadi salah satu motivasinya untuk menyelesaikan lomba hingga garis finis.

“Jadi aku tuh termotivasi sama istri sama anak aku. Jadi tadi selama pas dari kilo 8 sampai 9 tuh aku sambil video, ‘Ibu, Nanna, tingali ieu Ibu! Lihat nih mau finish Ibu!’” tuturnya.

Ia mengaku merasa haru setelah berhasil menyelesaikan lari 10K. Pengalaman tersebut bahkan membuatnya ingin kembali mengikuti ajang lari lainnya.

“Banyak momen-momen yang akhirnya tuh haru buat aku pribadi, ternyata aku bisa sampai finish. Dan jujur, nagih jadinya,” kata Iky.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

LIFESTYLE

Pocari Sweat Run 2026 Hari Pertama Lancar, Pengaturan Jalan Jadi Evaluasi

BANDUNG, Bisnistoday - Pelaksanaan hari pertama lomba lari Pocari Sweat Run 2026...

LIFESTYLE

Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo Kembangkan Solusi Sustainability Berbasis Ekonomi Sirkular 

BANDUNG, Bisnistoday - Sampoerna University bersama Institute of Science Tokyo, Jepang, kembali...

EKONOMIKomunitasLIFESTYLE

15.000 Peserta Ramaikan Pocari Run 2026 Bandung, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 19-20 September

BANDUNG, Bisnistoday - Pocari Run 2026 akan digelar selama dua hari di...

LIFESTYLEOtomotif & Tekno

Wuling: Masa Depan Mobil Listrik Bukan Soal Penjualan, tapi Kemudahan Penggunaan

BANDUNG, Bisnistoday - Minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik atau electric vehicle...