JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (25/8) ditutup menguat 23,74 poin ke posisi 6.113,24. Sementara Indeks LQ45 naik 2,2 poin ke posisi 858,17. Penguatan IHSG ini seiring aksi beli oleh investor asing.
Selain itu penguatan IHSG karena adanya sentimen dari eksternal yaitu penguatan Wall Street dan naiknya beberapa harga komoditas, plus dari dalam negeri beberapa laporan keuangan emiten.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, Rabu (25/8) menyatakan dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pelonggaran aktivitas pada moda transportasi dan juga pusat perbelanjaan. Hal itu menjadi harapan terkait naiknya mobilitas ekonomi di Jakarta menjelang akhir kuartal III 2021.
Selain itu penguatan pada saham-saham konstruksi pada sepanjang hari ini seiring dengan komitmen pemerintah guna mendorong pembangunan infrastruktur. Suntikan Penyertaan Modal Negara atau PMN dari pemerintah terhadap sektor konstruksi, menjadi harapan terkait naiknya produktivitas dan juga raihan kontrak baru pada semester II.
Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua IHSG masih betah bergerak di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 0,18 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer dan sektor barang baku masing-masing minus 0,17 persen dan minus 0,09 persen.
Sedangkan tujuh sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 1,4 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor teknologi masing-masing 1,13 persen dan 0,91 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp789,34 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.532.253 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,64 miliar lembar saham senilai Rp11,4 triliun. Sebanyak 249 saham naik, 240 saham menurun, dan 162 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 7,3 poin atau 0,03 persen ke 27.724,8, Indeks Hang Seng turun 33,97 poin atau 0,13 persen ke 25.693,95, dan Indeks Straits Times meningkat 0,13 poin ke 3.107,49.
Rupiah Melemah
Sementara kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah, seiring pelaku pasar yang tengah menanti petunjuk soal pengetatan stimulus atau tapering oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).
Rupiah ditutup melemah lima poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.398 per dollar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.393 per dollar AS.
“Pergerakan rupiah hari ini hanya lebih ke teknikal. Tidak ada berita negatif dari domestik. Begitu halnya juga dengan dollar AS yang masih tertekan menjelang Jackson Hole,” kata Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong seperti dikutif Antara.
Investor tengah mencermati agenda di simposium Jackson Hole Federal Reserve, yang berlangsung dari 26 hingga 28 Agustus. Perhatian tertuju pada kepastian dari jadwal pengurangan aset dan kenaikan suku bunga The Fed.
Dengan jumlah kasus yang semakin menyebar secara global, pejabat The Fed dapat menunda memulai pengurangan aset yang saat ini menjadi perhatian dari pelaku pasar.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.405 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.395 per dolar AS hingga Rp14.413 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.408 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.391 per dolar AS./









































