JAKARTA, Bisnistoday – Ratusan mahasiswa berjaket kuning, yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), menggelar aksi demonstrasi di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Selasa (18/8). Aksi demonstrasi yang mengusung #MerebutKemerdekaan, melontorkan delapan tuntutan kepada pemerintah.
Dalam seruannya, BEM UI melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah. Mereka menilai bahwa kemerdekaan saat ini tidak cukup hanya dikenang dan dirayakan, melainkan harus diperjuangkan kembali karena hak-hak rakyat masih direnggut dan ruang hidup semakin dipersempit. Pihak BEM UI juga mengkritik pemerintahan saat ini dengan menyebutnya gemar berpidato tentang kedaulatan, namun lupa untuk menegakkannya.
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan di Jakarta, kemarin mengatakan demonstrasi digelar untuk mempertanyakan kembali makna kemerdekaan yang tengah dirayakan Indonesia.
Menurutnya, sejumlah persoalan mencuat mulai dari kedaulatan negara yang dinilainya tergadaikan melalui berbagai perjanjian dagang dengan negara lain hingga kebijakan yang dianggap lebih menguntungkan pihak asing. Di sisi lain, ia menilai suara rakyat justru masih dibungkam, sementara penegakan hukum dianggap tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
Sebanyak delapan tuntutan utama BEM UI yakni pertama, hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri, kedua, Hentikan korupsi, kolusi dan nepotisme, ketiga, Wujudkan reforma agrarian sejati, keempat, Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, kelima, Evaluasi total proyek strategis nasional (hentikan MBG dan KDMP), keemam, Hentikan pemusatan Kekuasaan, Ketujuh tetapkan bencana nasional (Aceh dan Flores), kedelapan, Hentikan Represivitas dan intervensi, TNI-Polri.
Sementara, menangapi aksi mahasiswa ini, Wakil Ketua DPR , Saan Mustopa mengatakan, bahwa demontrasi merupakan bagian dari demokrasi dan sebagai hal yang lumrah. Hanya saja, penyampaian pesan tersebut harus dilakukan secara tertib.
M Qodari mengutarakna, kritik terhadap program pemerintah seperti MBG, yang merupakan visi dan misi pemerintah yang harus dilaksanakan. “Kalau memang ada kekuarangan ya diperbaiki. Ya dikasih kesempatan lah untuk melaksanakan. Nanti kalau ada pemilu lagi, abru silahkan Anda menyampaikan pilihan.”/









































