www.bisnistoday.co.id
Minggu , 6 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan BEM UI Gelar Aksi Demontrasi Membawakan Delapan Tuntutan
Politik & Keamanan

BEM UI Gelar Aksi Demontrasi Membawakan Delapan Tuntutan

AKSI demo BEM UI
RATUSAN Mahasiswa UI berunjuk rasa di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8). Mahasiswa dan ditambahan elemen mahasiswa diluar UI, menyuarakan delapan tuntutan kepada pemerintah./istw/
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ratusan mahasiswa berjaket kuning, yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), menggelar aksi demonstrasi di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Selasa (18/8). Aksi demonstrasi yang mengusung #MerebutKemerdekaan, melontorkan delapan tuntutan kepada pemerintah.

Dalam seruannya, BEM UI melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah. Mereka menilai bahwa kemerdekaan saat ini tidak cukup hanya dikenang dan dirayakan, melainkan harus diperjuangkan kembali karena hak-hak rakyat masih direnggut dan ruang hidup semakin dipersempit. Pihak BEM UI juga mengkritik pemerintahan saat ini dengan menyebutnya gemar berpidato tentang kedaulatan, namun lupa untuk menegakkannya.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan di Jakarta, kemarin mengatakan demonstrasi digelar untuk mempertanyakan kembali makna kemerdekaan yang tengah dirayakan Indonesia.

Menurutnya, sejumlah persoalan mencuat mulai dari kedaulatan negara yang dinilainya tergadaikan melalui berbagai perjanjian dagang dengan negara lain hingga kebijakan yang dianggap lebih menguntungkan pihak asing. Di sisi lain, ia menilai suara rakyat justru masih dibungkam, sementara penegakan hukum dianggap tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Sebanyak delapan tuntutan utama BEM UI yakni pertama, hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri, kedua, Hentikan korupsi, kolusi dan nepotisme, ketiga, Wujudkan reforma agrarian sejati, keempat, Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, kelima, Evaluasi total proyek strategis nasional (hentikan MBG dan KDMP), keemam, Hentikan pemusatan Kekuasaan, Ketujuh tetapkan bencana nasional (Aceh dan Flores), kedelapan, Hentikan Represivitas dan intervensi, TNI-Polri.

Sementara, menangapi aksi mahasiswa ini, Wakil Ketua DPR , Saan Mustopa mengatakan, bahwa demontrasi merupakan bagian dari demokrasi dan sebagai hal yang lumrah. Hanya saja, penyampaian pesan tersebut harus dilakukan secara tertib.

M Qodari mengutarakna, kritik terhadap program pemerintah seperti MBG, yang merupakan visi dan misi pemerintah yang harus dilaksanakan. “Kalau memang ada kekuarangan ya diperbaiki. Ya dikasih kesempatan lah untuk melaksanakan. Nanti kalau ada pemilu lagi, abru silahkan Anda menyampaikan pilihan.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra saat memberikan kuliah padaB.J. Habibie Memorial Lecture 2026 . (Adi/Bisnistoday)
Politik & Keamanan

Yusril Ajak Baca kembali Pemikiran Natsir dan Cita-Cita Habibie

JAKARTA, Bisnistoday— Masa depan Indonesia tidak cukup dibangun hanya dengan kekuatan ilmu...

Politik & Keamanan

Polda Metro Jaya Sebar Dua Sketsa Wajah Terduga Pelaku Kasus Kematian BS

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru penyidikan kasus kematian BS,...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Revisi UU Pemilu Untuk Permudah Prosedur dan Mekanisme Pemilu

JAKARTA, Bisnistoday -Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Siidik...

Diskusi Paramadina
HEADLINE NEWSPolitik & Keamanan

Politik Kekuasaan Hanya Melahirkan Pejabat Yang Loyal Ketimbang Kompetensi

JAKARTA, Bisnistoday – Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof....