www.bisnistoday.co.id
Jumat , 14 Agustus 2026
Home GLOBAL Bunga Bank Sentral AS Bakal Pukul Perbankan Domestik
GLOBAL

Bunga Bank Sentral AS Bakal Pukul Perbankan Domestik

RISET MOODY'S : Rencana kenaikan Suka Bunga Bank Sentral AS bakal memukul kinerja perbankan domestik pemegang dolas AS.
Social Media

New York, Bisnistoday – Analis Moody’s memperkirakan bank-bank negara berkembangan Amerika Latin dan Eropa paling rentang terpapar dolarisasi diantara negara-negara berkembang. Dengan begitu, perbankan tersebut rentan terhadap mata uang lokal yang makin lemah dan peningkatan penarikan, terkait kebijakan moneter AS. 

“Bank dengan volume besar pinjaman dan simpanan mata uang asing di neraca mereka rentan terhadap lonjakan kerugian kredit dan tekanan pada profitabilitas dan likuiditas mereka ketika mata uang lokal turun tajam nilainya,” dalam hasil analisa para analis Moody’s, Senin (7/2). 

Tentunya kenaikan suku bunga bang sentral AS, Federal Reserve (Fed) akan memperlambat aliran modal ke pasar negara berkembang, melemahkan mata uang dan pertumbuhan ekonomi negara bersangkutan serta berpotensi memicu risiko kredit di bank yang didominasi dolar, menurut Moody’s.

“Menjadi lebih sulit bagi peminjam tanpa lindung nilai untuk membayar kembali pinjaman mata uang asing, dan deposan cenderung menarik dana. Dolarisasi yang tinggi juga mengancam stabilitas keuangan pada saat krisis jika bank sentral tidak memiliki cadangan mata uang asing yang cukup untuk menyelamatkan bank yang kekurangan dolar.”

Moody’s mencatat simpanan dolar tertinggi di bank-bank di Amerika Latin, Eropa yang sedang berkembang, dan negara-negara bekas Soviet, meskipun relatif rendah di Asia Pasifik dan moderat di Afrika. Eksposur yang lebih tinggi di negara-negara Teluk diimbangi oleh cadangan mata uang asing yang kuat.

Dalam keteranganya, depresiasi peso lokal Uruguay yang terus-menerus dan inflasi yang tinggi telah mengangkat negara itu ke puncak daftar negara-negara yang didominasi dolar oleh Moody dengan 74 persen deposito – sebuah tren yang akan tetap ada. Tabungan dari non-penduduk, sebagian besar tetangga Argentina itu, di mana inflasi diperkirakan mencapai 55 persen pada akhir tahun, akan tetap tinggi pada 10 persen.

Finansial di Turki, serta ekonomi berkembang lainnya yang telah melihat penduduk setempat bergulat dengan inflasi tinggi dan mata uang yang melemah, akan melihat simpanan dolar naik menjadi 65 persen pada akhir 2022, meningkat dari 47 persen pada 2020 dan 63 persen tahun lalu.

“Deposan ritel terus mengubah sebagian materi dari simpanan mata uang lokal mereka ke dalam mata uang asing (terutama dolar AS) untuk melindungi tabungan mereka dari depresiasi dan inflasi,” kata Moody’s.

Deposito mata uang asing turun tajam di Argentina, dari 40 persen pada 2019 menjadi 16 persen pada 2021 karena erosi kepercayaan setelah pemilu 2019.

“Ada kemungkinan arus keluar lebih lanjut dari simpanan dolar jika kepercayaan pada kebijakan publik atau bank sentral semakin memburuk,” kata Moody’s, mencatat bank sentral memiliki sedikit atau tidak ada cadangan mata uang asing untuk mendukung bank dalam krisis.

Demikian juta, tren dolarisasi yang lebih rendah akan berlanjut dalam jangka pendek di Azerbaijan, Armenia, Kazakhstan, Peru dan Ukraina. Tetapi bank-bank di Azerbaijan, Armenia dan Belarus juga memiliki eksposur tertinggi terhadap peminjam yang tidak dilindungi, tidak memiliki pendapatan dalam mata uang asing dari pinjaman tersebut./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
GLOBAL

Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel

JAKARTA, Bisnistoday – Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan dalam pemilihan pendahuluan Partai...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS Mengklaim Perundingan Selat Hormuz Mengalami Kemajuan

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio mengatakan pihaknya secara...

Demo Antiperang (dok:Unsplash.comev-Mz6vYiI8CSA)
GLOBAL

Babak Baru Perundingan AS-Iran Dimulai Hari Ini

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran...

Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
GLOBAL

Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika

JAKARTA, Bisnistoday - Para kandidat berhaluan kiri di Amerika Serikat yang berafiliasi...