www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 1 Agustus 2026
Home EKONOMI Covid-19 Varian Omicron Tak Signifikan Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
EKONOMI

Covid-19 Varian Omicron Tak Signifikan Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

SUKU BUNGA ACUAN: Pengamat memperkirakan didalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis (22/12) bakal kembali menaikkan suku bunga acuan.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Merebaknya virus Covid-18 varian Omicron tidak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara signifikan pada triwulan 1-2022. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah mengatasi virus tersebut secara cepat.

“Ekonomi triwulan 1-2022 akan tumbuh relatif tinggi. Kami percaya penuh bahwa pemeritah akan maksimal mengatasi Omicron secara cepat,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur bulan Februari 2022 di Jakarta, Kamis (10/2).

Bank Sentral, kata Perry,  akan terus mendukung berbagai upaya pemerintah dan menyerukan agar seluruh masyarakat bisa mematuhi secara baik protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Menurut dia, hal tersebut sebagai upaya bersama untuk segera mengatasi varian Omicron, melindungi masyarakat, memulihkan kesehatan, dan memulihkan ekonomi.

Ia mengatakan, Covid-19 varian Omicron akan memberi dampak kepada perekonomian terutama pada bulan Februari 2022, yang mana puncaknya kemungkinan akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan.

“Kemudian akan menurun tentu saja semuanya berdasarkan upaya yang ditempuh oleh pemerintah melalui vaksinasi dan kepatuhan protokol kesehatan oleh masyarakat,” ucap dia.

Maka dari itu, Perry berharap mobilitas masyarakat yang saat ini menurun karena peningkatan kasus COVID-19 akibat varian Omicron akan segera membaik setidaknya pada bulan Maret hingga akhir tahun ini.

Secara keseluruhan tahun, BI memproyeksikan ekonomi akan tumbuh membaik dalam rentang 4,7 persen sampai 5,5 persen, yang didukung peningkatan konsumsi masyarakat dengan peningkatan mobilitas pasca gelombang varian Omicron, kenaikan ekspor dan investasi, serta dukungan stimulus fiskal dari pemerintah dan stimulus moneter dari BI.

Lebih Mudah Dikendalikan

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu memperkirakan dampak Covid-19 varian Omicron terhadap perekonomian tidak akan signifikan karena varian ini diyakini lebih mudah dikendalikan.

“Saat ini dengan data yang kita punya kita cukup optimis ini kondisi yang kita bisa dikelola dengan baik. Tentu yg jadi faktor yang harus kita perhatikan adalah kesiapan fasilitas kesehatan di sini peran telemedicine menjadi sangat membantu,” kata Febrio.

Ia mengatakan dampak penyebaran Covid-19 varian Omicron akan berbeda dengan penyebaran Delta tahun 2021. Varian Delta memiliki gejala yang lebih parah sehingga banyak pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit atau ke lokasi isolasi yang disediakan pemerintah.

“Menariknya dengan melihat betapa mild-nya gejala Omicron dibandingkan Delta, banyak negara yang sudah mulai menyesuaikan responnya itu tidak serestriktif waktu menghadapi Delta tahun lalu,” imbuhnya.

Saat ini Indonesia juga telah memiliki Aplikasi Peduli Lindungi yang dapat langsung mendeteksi pasien terkonfirmasi positif. Pasien tersebut bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dan dikirimkan obat-obatan agar segera pulih.

“Ini akan mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan dan mengurangi tekanan pada kebutuhan merawat pasien di rumah sakit yang relatif mahal. Sehingga kalau kita bisa kendalikan tidak semua ke rumah sakit dan bisa kendalikan mandiri itu akan jauh lebih baik bagi aktivitas ekonomi dan budget juga” katanya.

Namun demikian pemerintah tetap mempersiapkan fasilitas kesehatan agar dapat menampung kemungkinan lonjakan pasien Covid-19. Dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, pemerintah juga menetapkan automatic adjustment, di mana setiap kementerian dan lembaga diminta menyisihkan 5 persen dari anggaran mereka untuk tidak langsung digunakan.

“Jadi kalau nanti kita butuh untuk realokasi sudah ada dananya sehingga tidak mengagetkan dan tidak menambah waktu untuk menyiapkannya. Jadi fleksibilitas permanen untuk APBN kita,” ucapnya.

Dengan strategi tersebut ia meyakini pertumbuhan ekonomi 2022 akan lebih tinggi dibandingkan 2021 atau mencapai di atas 5 persen year on year./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Komitmen Jaga Integritas Anti Korupsi Guna Sukseskan Program KDKMP

JAKARTA, Bisnistoday –  Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya menjaga integritas dan kepercayaan publik...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Puji Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo

JAKARTA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memuji Festival Bunga dan Buah Karo...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Nilai Minat Kalangan Muda Berkoperasi Semakin Tinggi

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan minat kalangan muda...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri LH Ajak Koperasi Masuk Pasar Karbon

JAKARTA, Bisnistoday — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara konsisten...