WASHINGTON, Bisnistoday – Perekonomian Negara Amerika Serikat (AS) bakal memasuki masa rumit dan genting hingga akhir tahun ini. Likuiditas keuangan di negara adidaya ini makin seret, dan gagal bayar utang (default) sudah didepan mata.
Para eksekutif Wall Street mengaku prihatin mengenai utang Departemen Keuangan AS selama 25 tahun terakhir yang menemui jalan buntu. Dengan begitu, akan membuat pasar khawatir atas kegagalan bayar AS atas kewajiban utangnya semakin nyata.
Baru-baru ini, sejumlah mantan ketua dan wakil ketua Komite Penasehat Peminjaman Keuangan menyatakan melalui suratnya kepada Menteri Keuangan Janet Yellen.
Didalam suratnya menyatakan setiap penundaan pembayaran bunga atau pokok oleh Departemen Keunagngan akan menjadikan peluang terjadinya peristiwa seismik pasar keuangan dan juga ekonomi riil.
Disisi lain, Presiden Joe Biden sendiri bersama anggota perlemen tertinggi gagal memecahkan kebuntuan dalam pembicaraa tata muka mengenai kenaikan batas utang AS senilai 31,4 Triliun Dollar AS, pada Selasa, waktu setempat. Kendati begitu, pertemuan genting akan digelar kemabali sebelum negara paman sam ini dinilai gagal bayar.
Didalam perundingan tersebut, tampak bahwa Biden dari Partai Demokrat serta Ketua dewan Perwakilan Rakyat, Kevin McCarthy dari Republikan memperlihatkan tidak ada tanda-tanda melunak dalam posisi mereka masing-masing. Ini terjadi ketika waktu ancaman gagal bayar semakin dekat pada 1 Juni mendatang.
Biden menyatakan, dalam pertemuan tersebut dinilai cukup produktif dan McCharty tetap optimis AS tidak akan gagal membayar utangnya. “Semua orang dalam pertemuan itu memahami risiko gagal bayar,” tutur Biden.
McCarthy menggarisbawahi kurangnya kemajuan. “Saya tidak melihat pergerakan baru.Tidak punya rencana B.” Kedua belah pihak setuju untuk staf mereka berkumpul minggu ini, dan pemimpin penting bertemu lagi pada Jumat (12/5) nanti, untuk melanjutkan pembicaraan.
Kenaikan Bunga The Fed
Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan pada Selasa (9/5) terlalu dini untuk mengatakan apakah bank sentral AS sudah selesai menaikkan suku bunga. Masih diperlukan banyak tindakan sehingga butuh kebijakan agresif.
“Kami belum mengatakan kami selesai menaikkan suku bunga” dan pejabat Fed belum memutuskan apa yang akan terjadi dengan kemungkinan kenaikan biaya pinjaman jangka pendek, kata Williams pada pertemuan Economic Club of New York.
“Kami telah membuat kemajuan luar biasa” dalam mengambil tindakan untuk menurunkan tingkat inflasi yang terlalu tinggi, tetapi “jika pengetatan kebijakan tambahan sesuai, kami akan melakukannya,” katanya.
Pernyataan Williams tentang prospek suku bunga menandai komentar publik pertamanya sejak Fed pekan lalu menaikkan suku bunga acuan seperempat persentase poin ke kisaran 5,00-5,25 persen./Ant




