www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Didik J. Rachbini Kembali Terpilih sebagai Rektor Universitas Paramadina
Humaniora

Didik J. Rachbini Kembali Terpilih sebagai Rektor Universitas Paramadina

Rektor Universitas Paramadia Didiek J Rachbini./
Prof Didiek J Rachbini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Yayasan menetapkan Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D,  sebagai Rektor Universitas Paramadina, 2025 – 2029. Sidang senat berlangsung pada Jumat, 9 Mei 2024, bertempat di Kampus Cipayung, Jakarta Timur. Sidang ini merupakan bagian dari proses demokratis untuk memilih pemimpin baru yang akan melanjutkan kepemimpinan universitas ke depan.

“Kita pastikan para mahasiswa mendapatkan pendidikan dan pengalaman terbaik. Jika mereka sukses, universitas juga sukses” kata Prof. Didik J. Rachbini usai terpilih menjadi Rektor, di Jakarta, Jumat (9/5).

Ia mengapresiasi kepada Senat dan Yayasan, atas kepercayaannya dan mengajak seluruh komponen Universitas Paramadina agar bekerja keras, cerdas, dan tuntas mewujudkan amanah para pendiri, dan orang tua mahasiswa yangg menitipkan putra-putrinya di kampus kebanggaan.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina Hendro Martowardojo, mantan Rektor Universitas Paramadina periode 2007 – 2015 Anies Baswedan, Sekjen Yayasan Wakaf Paramadina, Wijayanto Samirin, MPP., serta seluruh anggota Senat Universitas Paramadina yang terdiri dari Dekanat dan Ketua Program Studi. Sidang senat dipimpin oleh Dr. Tatok Djoko Sudiarto dan Prof. Dr. Iin Mayasari.

Dalam sidang tersebut, setiap anggota senat memberikan usulan nama-nama calon rektor Universitas Paramadina yang baru. Proses ini dilakukan secara demokratis sebagai bentuk komitmen universitas terhadap tata kelola yang transparan dan partisipatif.

Anies Baswedan, dalam sambutannya mengutarakan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan harmoni dalam organisasi. “Kalau boleh saya usul, ada satu cara kalau kita bicara mengenai persatuan, kata yang sebenarnya sudah lama ada tapi mulai jarang digunakan, yaitu rukun. Itu kata kuncinya. Terkadang persatuan tidak melulu soal kebersamaan tapi kerukunannya. Bukan soal harus selalu bergabung, tetapi dalam sebuah organisasi harus rukun walaupun terpisah-pisah,” ujarnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lawang Sewu
Humaniora

Mengenal Warisan Perkeretaapian Melalui Petilasan Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Melalui Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, KAI...

Tes TKA
Humaniora

Gelombang Pertama TKA SMA/SMK 2026 Tuntas, Diikuti Lebih dari 1,6 Juta Murid

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menuntaskan pelaksanaan...

Mendikdasmen
Humaniora

Puncak Bulan Bahasa 2026, Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Bahasa-Sastra dan 2 Program Wiyata Kinarya

JAKARTA, Bisnistoday.co.id— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan...

Wamendikdasmen
Humaniora

Momentum Sumpah Pemuda, Wamendikdasmen Fajar Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pendidikan karakter perlu dibangun sejak dini melalui keterlibatan keluarga,...