BANDUNG, Bisnistoday – Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner, inovasi dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi pelaku UMKM untuk bertahan.
Hal itulah yang dirasakan langsung oleh Fieda Aryatie, pemilik usaha Kumami Banana Pastry by Dapur Nuabi, yang berhasil mengembangkan produknya berkat dukungan pelatihan dan digitalisasi yang diperoleh melalui Rumah BUMN BRI.
Fieda menceritakan, ide membuat banana pastry berawal pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Saat itu, ia sering membeli pisang dari pedagang yang melintas di depan rumahnya. Namun karena bosan mengonsumsi pisang secara langsung, ia mulai mengolahnya menjadi produk pastry yang kini menjadi andalan usahanya.

“Awalnya sering beli pisang dari bapak-bapak yang lewat depan rumah. Lama-lama bosan makan pisang begitu saja, akhirnya saya coba olah menjadi banana pastry,” ujarnya.
Saat ini, Kumami Banana Pastry banyak diminati sebagai oleh-oleh khas Bandung. Produk tersebut dipasarkan dengan harga Rp50 ribu per kotak berisi 10 buah, sementara reseller mendapatkan harga khusus.
Dalam perjalanan usahanya, Fieda aktif mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk. Salah satunya adalah program fasilitasi desain kemasan yang membuat kemasan Kumami Banana Pastry tampil lebih menarik dan profesional.
Tak hanya itu, ia juga bergabung dengan Rumah BUMN BRI di Jalan Jurang, Bandung. Menurutnya, berbagai pelatihan yang diberikan sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usaha, mulai dari pembukuan, pemasaran hingga pendampingan legalitas usaha.
“Di Rumah BUMN BRI saya mendapat banyak ilmu dari berbagai pelatihan. Ada juga fasilitas pendampingan legalitas dan sertifikasi halal bagi UMKM. Alhamdulillah sekarang produk saya sudah memiliki PIRT, sertifikat halal, dan legalitas lainnya,” kata Fieda.
Salah satu manfaat yang paling dirasakan adalah dukungan digitalisasi melalui penggunaan QRIS BRI. Menurutnya, sistem pembayaran digital membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis, terutama saat mengikuti pameran atau bazar yang ramai pengunjung.
“QRIS BRI sangat membantu. Sekarang banyak orang yang tidak membawa uang tunai dan lebih mengandalkan ponsel. Dengan QRIS, transaksi jadi lebih mudah, cepat, dan tidak perlu repot mencari uang kembalian,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama menggunakan QRIS BRI, proses transaksi berjalan aman dan lancar. Untuk memastikan keamanan, ia tetap melakukan pengecekan bukti pembayaran dan notifikasi transaksi yang masuk ke ponselnya.
Kemudahan transaksi melalui QRIS BRI juga dirasakan oleh pembeli Kumami Banana Pastry. Salah satunya, Marsnaila Fawwaz, yang mengaku lebih sering menggunakan pembayaran digital karena jarang membawa uang tunai.
“Kadang lagi enggak punya uang cash, bayar pakai QRIS lebih praktis, tinggal scan lewat handphone, transaksinya cepat dan praktis. Selain itu, jadi tidak perlu repot menunggu atau mencari uang kembalian, sehingga belanja jadi lebih mudah,” ujar Marsnaila.
Membuka Peluang Usaha
Fieda menilai keberadaan Rumah BUMN BRI tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka peluang memperluas jaringan usaha. Melalui berbagai kegiatan yang diikuti, ia dapat bertemu dengan sesama pelaku UMKM dan mendapatkan kesempatan promosi yang lebih luas.
Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah penjualan yang belum stabil serta semakin banyaknya pelaku usaha yang menjual produk serupa.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Fieda terus melakukan inovasi dengan menghadirkan berbagai varian topping, menjaga kualitas produk, serta memperkuat promosi baik secara online maupun offline.
“Persaingan semakin banyak, jadi kami harus terus berinovasi dan menjaga kualitas agar pelanggan tetap memilih produk kami,” katanya.
Ke depan, Fieda berharap Rumah BUMN BRI dapat terus mendampingi para pelaku UMKM agar semakin berkembang dan naik kelas.
“Semoga Rumah BUMN BRI terus memberikan pendampingan, membuka akses pasar yang lebih luas, dan menghadirkan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM,” tuturnya.E2








































