www.bisnistoday.co.id
Kamis , 23 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Gelombang Panas Pengaruhi Harga Pangan di Eropa
Ekonomi RakyatLingkungan

Gelombang Panas Pengaruhi Harga Pangan di Eropa

Berdasarkan harga saat ini, lembaga think tank Energy and Climate Intelligence Unit (ECIU) memperkirakan nilai kerugian produksi biji-bijia sekitar €2 miliar.

Gelombang panas pengaruhi Lahan pertanian di Eropa (dok:Unsplash/Hannah Shedrow)
Gelombang panas pengaruhi Lahan pertanian di Eropa (dok:Unsplash/Hannah Shedrow)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Gelombang panas yang melanda Eropa pada Juni lalu diperkirakan telah menyebabkan kerugian pendapatan sebesar €2 miliar (sekitarRp40 triliun) bagi petani gandum di benua itu dan menghancurkan 9 juta ton tanaman. Hal ini memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap harga pangan.

Coceral, asosiasi perdagangan sereal dan biji minyak Eropa, membuat perkiraan tersebut untuk panen tanaman seperti gandum, jelai, jagung, dan oat, setelah gelombang panas.

Jagung terpengaruh selama periode penyerbukan yang penting, sementara gandum terpengaruh selama periode yang dikenal sebagai “pengisian biji”, ketika sereal membutuhkan kelembapan untuk mengembang, tahap perkembangan kunci untuk hasil panen.

Berdasarkan harga saat ini, lembaga think tank Energy and Climate Intelligence Unit (ECIU) memperkirakan nilai kerugian produksi biji-bijia sekitar €2 miliar, meskipun angka ini tidak termasuk biaya yang lebih luas akibat gelombang panas, seperti kerugian tanaman sayuran dan ternak.

Kepada The Guardian, Tom Lancaster, analis lahan, pangan, dan pertanian ECIU, mengatakan: “Ini akan berdampak pada petani, mengurangi pendapatan mereka dan sekaligus melemahkan ketahanan pangan Eropa. Di Inggris, kita telah menyaksikan tiga dari lima panen terburuk dalam sejarah dekade ini, dan gelombang panas baru-baru ini di sini pasti akan kembali merugikan petani Inggris,”

Baca juga :Apa itu Kubah Panas yang dapat Memicu Suhu Ekstrem?

Selain Inggris, Prancis diperkirakan juga akan mengalami penurunan produksi biji-bijian, di mana diperkirakan 3,4 juta ton jagung telah hilang, dengan biaya kerugian biji-bijian diperkirakan mencapai €891 juta. Kerugian biji-bijian terbesar berikutnya diperkirakan terjadi di Hongaria (2,4 juta ton) dan Spanyol (1,4 juta ton).

Benoît Merlo, seorang petani di wilayah Auvergne-Rhône-Alpes, Prancis, mengatakan bahwa adaptasi pertaniannya selama satu dekade terhadap kondisi yang lebih panas dan kering, tidak membantu tahun ini: “Dengan suhu melebihi 38C selama berminggu-minggu, semuanya rusak. Saya memperkirakan kehilangan hasil panen setidaknya 50%, atau bahkan 70%, untuk tanaman tertentu, seperti kedelai.”

Baca juga: Memaknai Berita Cuaca

Helen Plant, analis utama untuk sereal dan biji minyak, di Agriculture and Horticulture Development Board (AHDB), mengatakan kekeringan sepanjang April-Mei telah berdampak pada perkembangan tanaman, terutama untuk tanaman musim semi dan sereal musim dingin dengan cadangan air yang terbatas.

Hasil panen di Inggris masih belum pasti, kata AHDB, sementara banyak petani terpaksa mempercepat panen akibat cuaca panas dan kering.

Bergantung impor

Kehilangan hasil panen diperkirakan akan membuat Eropa lebih bergantung pada impor biji-bijian, mendorong harga komoditas global lebih tinggi, meskipun hal ini juga akan dipengaruhi oleh panen di belahan bumi selatan pada akhir tahun 2026 dan awal tahun 2027.

Kekurangan produksi biji-bijian di Eropa terjadi bersamaan dengan semakin ketatnya pasokan tanaman global, karena bagian selatan dan barat AS menderita kekeringan parah, yang memengaruhi produksi biji-bijian dan daging.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Banjir di Inggris (Ilustrasi: Unsplash/Chris Gallagher)
GagasanLingkungan

Memaknai Berita Cuaca

BEBERAPA hari lalu, derasnya banjir bandang melintas di beranda media sosial saya....

Ekonomi Rakyat

Koperasi Kana Raih Penghargaan, Menkop Ferry Dorong Tatakelola Koperasi Seimbangkan Aspek Sosial

JAKARTA - Sektor ekonomi kerakyatan nasional kembali mencatatkan prestasi gemilang melalui pencapaian...

Foto R
Lingkungan

AC dan Politik Kenyamanan dalam Budaya Urban

Air Conditioner (AC) atau alat pendingin ruangan, kini tengah jadi perdebatan seru...

Kubah Panas (dok: NOAA/Al Jazeera)
GLOBALLingkungan

Apa itu Kubah Panas yang dapat Memicu Suhu Ekstrem?

JAKARTA, Bisnistoday - Gelombang panas diperkirakan bakal menyelimuti sebagian besar wilayah tengah...