JAKARTA, Bisnistoday – Suhu politik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah memanas setelah munculnya risalah rapat Syuriyah PBNU yang meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengundurkan diri. Situasi ini mendorong para kiai sepuh dan jajaran pimpinan NU untuk segera menggelar pertemuan besar guna mencari jalan rekonsiliasi.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa pertemuan para ulama dari berbagai daerah akan dilaksanakan di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, dengan tujuan meredakan ketegangan dan mencari solusi atas polemik yang terjadi. Ia menyebut semua persoalan organisasi harus dikembalikan kepada AD/ART dan sistem konstitusi organisasi.
Meski begitu, Gus Yahya memastikan dirinya tidak memiliki niat untuk mundur dari jabatan yang ia emban sejak Muktamar ke-34 NU. Ia juga menegaskan hingga kini belum menerima surat resmi apa pun terkait desakan pengunduran diri tersebut, termasuk dokumen yang ramai beredar di publik.
Di tengah meningkatnya polemik, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh pengurus NU di setiap tingkatan agar tetap tenang, menjaga ukhuwah, dan tidak terpengaruh berita yang belum jelas sumbernya. Ia menegaskan dinamika ini merupakan proses organisasi biasa yang tengah ditangani sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Syuriyah PBNU.
Isu Utama Desakan
Dalam risalah rapat yang beredar, terdapat tiga isu utama yang menjadi pertimbangan munculnya desakan agar Gus Yahya mundur, mulai dari kontroversi narasumber dalam program kaderisasi tingkat nasional hingga dugaan persoalan tata kelola keuangan PBNU. Namun, hingga kini keabsahan dokumen tersebut masih dipertanyakan.
Di tengah situasi yang kian dinamis, Gus Yahya menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan NU dan terus membangun komunikasi dengan jajaran kiai. Agenda konsolidasi bersama para ulama di Lirboyo diharapkan menjadi momentum penting untuk menyelesaikan persoalan secara damai, bermartabat, dan sesuai adab organisasi.
Pertemuan para kiai dan langkah-langkah rekonsiliasi selanjutnya akan menjadi titik krusial dalam menentukan arah penyelesaian dinamika terbesar yang dihadapi PBNU dalam periode kepengurusan saat ini./ant/










































