www.bisnistoday.co.id
Selasa , 21 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Diversifikasi Produk IKM Permesinan Dukung Produktifitas Sektor Pangan
Ekonomi & Bisnis

Diversifikasi Produk IKM Permesinan Dukung Produktifitas Sektor Pangan

IKM Permesinan
PENDAMPINGAN Diversifikasi Produk bagi IKM Permesinan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) di Kabupaten Sukabumi pada 13–28 Juli 2026./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian fokus mendampingi pelaku IKM permesinan dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang mampu mendukung industri pengolahan pangan berbasis potensi lokal, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor IKM memiliki posisi yang sangat strategis dalam struktur industri nasional sehingga penguatan kapasitasnya akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

“Selain mendominasi struktur industri nasional dengan porsi unit usaha mencapai 99,79 persen dari total unit usaha industri yang tersebar di berbagai daerah, IKM juga menyerap hingga 13,4 juta tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan daya saing IKM menjadi langkah penting untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/7).

Kemenperin menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Diversifikasi Produk bagi IKM Permesinan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) di Kabupaten Sukabumi pada 13–28 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenperin dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat kapasitas teknis pelaku IKM permesinan dalam menghasilkan mesin pengolahan pangan yang lebih inovatif dan sesuai kebutuhan industri.

Menperin menambahkan, daerah yang memiliki potensi sumber daya alam besar seperti Kabupaten Sukabumi perlu didukung dengan penguasaan teknologi pengolahan agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

“Kami mendukung IKM lokal, khususnya yang berada di daerah dengan potensi sumber daya alam seperti Sukabumi, untuk berperan aktif memaksimalkan pengolahan hasil sumber daya alam setempat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Kabupaten Sukabumi dikenal memiliki potensi besar pada sektor peternakan dan perikanan. Wilayah pesisir selatan Jawa Barat yang luas serta ketersediaan sumber daya perikanan darat membuka peluang pengembangan industri pengolahan pangan yang semakin kompetitif. Namun, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan dukungan mesin dan peralatan produksi yang efisien serta sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Melalui program pendampingan ini, sebanyak 16 pelaku IKM Permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG) mendapatkan pendampingan intensif dalam mengembangkan serta memproduksi mesin suwir ikan dan daging. Mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga kualitas hasil olahan, sekaligus mendukung berkembangnya industri pengolahan pangan berbasis potensi lokal.

Selain bekerja sama dengan BRIN sebagai mitra riset dan inovasi, Kemenperin juga melibatkan Asosiasi Alat Mesin Pertanian (ALSINTANI) untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan industri, kebutuhan pasar, serta pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menciptakan inovasi produk yang berdaya saing.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing IKM, terutama dalam mengatasi berbagai keterbatasan yang masih dihadapi pelaku usaha.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk mengatasi keterbatasan IKM, baik dalam akses teknologi, pemenuhan standar kualitas dan produktivitas, hingga pemanfaatan hasil riset untuk pengembangan produk,” ujar Reni.

Menurutnya, sinergi antara Kemenperin, BRIN, asosiasi industri, dan pelaku usaha akan mempercepat lahirnya inovasi mesin produksi yang semakin dibutuhkan masyarakat dan sektor industri. “Melalui pendampingan ini, kami berharap IKM Permesinan dapat terus bersinergi dengan BRIN maupun ALSINTANI sehingga mampu menghasilkan mesin tepat guna yang berkualitas, produktif, dan tetap memiliki harga yang terjangkau,” tuturnya.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Perpres Distribusi Barang Bersubsidi Lewat KDKMP Segera Terbit

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa Merah Putih...

Ekonomi & Bisnis

Fokus Perluas Basis Objek Pajak Baru, Menkeu Purbaya Jamin Stabilitas Dunia Usaha

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan memastikan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kopdes Merah Putih Capai Transaksi Rp56,7 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menunjukkan perkembangan yang signifikan...

TransNusa
Ekonomi & Bisnis

TransNusa Lakukan Peluncuran Rute Penerbangan Baru Bali–Phuket

JAKARTA, Bisnistoday - TransNusa melakukan peluncuran penerbangan terjadwal langsung terbaru yang menghubungkan...