www.bisnistoday.co.id
Minggu , 4 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Djarum Group Victor Hartono : Tak Ada Bisnis Yang Kebal Terhadap Disrupsi Teknologi Dan Dinamika Pasar
HEADLINE NEWS

Djarum Group Victor Hartono : Tak Ada Bisnis Yang Kebal Terhadap Disrupsi Teknologi Dan Dinamika Pasar

Victor Hartono
DJARUM Group, VIctor Hartono./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –Generasi ke-9 dari keluarga besar Hartono Group, Victor Hartono, berpandangan bahwa tak ada bisnis yang kebal terhadap disrupsi teknologi dan dinamika pasar.Hal tersebut diungkapkan Victor Hartono, dalam forum inspiratif Meet The Leaders, dengan mengangkat tema “Djarum: A Story of Strategic Succession”  yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (26/7).

Victor Hartono mengawalinya dengan satu pernyataan yang menjadi benang merah perjalanan keluarga besarnya: “Industri yang kita geluti hari ini belum tentu akan mampu memberikan nafkah di masa depan. Ini bukan sekadar teori, melainkan pengalaman pahit yang pernah dialami langsung oleh keluarga kami dalam beberapa generasi,” ujarnya lugas.

Victor mengisahkan bahwa bisnis keluarga Djarum pada awalnya bukanlah industri rokok, melainkan perdagangan minyak kacang di masa kolonial. Namun, dengan masuknya kelapa sawit dari Afrika yang lebih produktif, minyak kacang perlahan tersingkir dari pasar.

“Efisiensi panen kelapa sawit yang bisa mencapai 12 kali setahun menjadi alasan utama terjadinya pergeseran ini. Dari situ, keluarga Hartono menyadari bahwa tak ada bisnis yang kebal terhadap disrupsi teknologi dan dinamika pasar,” urainya.

Victor menguraikan jejak sejarah keluarga besarnya, dimulai dari generasi ke-7, yaitu kakeknya, Oei Wie Gwan, yang datang dari Fuzhou, Tiongkok, dan merintis usaha pabrik mercon dengan merek dagang Cap Leo. Sayangnya, usaha tersebut berkali-kali runtuh. Pada 1939, pabrik mercon meledak dan menyebabkan kebangkrutan. Usaha dibangun kembali, namun dua tahun kemudian dirampok dan dibakar. Puncaknya, pada 1942, pendudukan Jepang membuat usaha ini tak bisa beroperasi karena larangan total produksi bahan peledak.

“Pelajaran besarnya adalah, kondisi politik dan internasional bisa membuyarkan semua asumsi keberlanjutan bisnis,” jelas Victor. Ia juga menyebut bahwa hingga kini, pabrik mercon legal di Indonesia hampir tidak ada karena regulasi dan risiko tinggi yang menyertainya.

Tantangan Bisnis Keluarga

Selain tantangan eksternal, Victor menyampaikan bahwa tantangan dari dalam keluarga justru sering kali menjadi faktor yang mengancam bisnis. Ia menyinggung soal konflik internal yang muncul akibat arus kas yang macet, perbedaan ambisi antaranggota keluarga, hingga kepemimpinan yang tidak jelas. Ia menyebut masalah seperti meritokrasi yang tidak berjalan, pembagian dividen yang tidak adil, dan transisi generasi yang gagal sebagai “bom waktu” dalam bisnis keluarga.

Dari pengalaman panjang dan pahit tersebut, Victor membagikan pandangannya mengenai strategi keberlanjutan bisnis keluarga. Ia menekankan pentingnya kejelasan dalam struktur kepemimpinan- pemimpin utama sebaiknya hanya satu agar arah bisnis tetap terjaga dan konflik dapat diminimalisir.

Ia juga mendorong pembagian unit usaha yang jelas antaranggota keluarga, pentingnya menjaga kekompakan internal keluarga besar, serta keterbukaan untuk menjual sebagian kepemilikan kepada mitra bisnis yang lebih kuat secara finansial maupun strategis. “Ini bukan kekalahan, tapi strategi memperkuat daya saing jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai penghujung paparanya, Victor menyampaikan harapannya terkait regenerasi dalam bisnis keluarga. “Kalau bisa, dari keluarga itu harus lahir satu, dua, sampai empat orang yang benar-benar menjadi konglomerat. Bukan hanya pewaris nama, tapi pelaku bisnis sejati yang bisa membaca zaman,” tegasnya.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

emasku
HEADLINE NEWS

Harga Ekspor dan Harga Referensi Periode I Oktober 2026 Turun

JAKARTA, Binsistoday.co.id – Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan...

Perdagangan Global
HEADLINE NEWSKawasan Global

Menteri Perdagangan G20 Tolak Persoalan Pangan Dijadikan Alat Geopolitik

WISCONSIN AS, Bisnistoday.co.id – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, para Menteri...

Watimpres
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Melantik 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Sebanyak 26 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Republik Indonesia...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Pasar Malah Anjlok, Saat Pelaksanaan “Reshuffle” Kabinet Merah Putih

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Pengamat pasar saham menilai peristiwa reshuffle kabinet Merah Putih...