www.bisnistoday.co.id
Senin , 5 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekosistem Kendaraan Listrik Jabar Diperkuat Home Charging dan 501 SPKLU
EKONOMI

Ekosistem Kendaraan Listrik Jabar Diperkuat Home Charging dan 501 SPKLU

KENDARAAN LISTRIK: PT PLN (Persero) terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Salah satunya dengan membuka franchise kemitraan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Ekosistem kendaraan listrik di Jawa Barat terus diperkuat melalui pengembangan fasilitas pengisian daya, baik melalui layanan Home Charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hingga Desember 2025, PLN UID Jawa Barat telah mengoperasikan 501 SPKLU di 289 lokasi strategis, sementara penggunaan Home Charging juga terus bertumbuh.

Penguatan infrastruktur pengisian daya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan masyarakat menggunakan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Kemudahan mengisi daya, baik dari rumah maupun di fasilitas publik, menjadi salah satu faktor yang mendukung pengalaman penggunaan kendaraan listrik sehari-hari.

Business Process Manager Wuling Kumala Group, Irfansyah Erwin, mengatakan kemudahan pengisian daya menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman konsumen setelah membeli kendaraan listrik.

“Awareness masyarakat terhadap kendaraan listrik sudah berkembang. Sekarang yang semakin penting adalah bagaimana ekosistemnya memberikan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari, termasuk untuk pengisian daya,” ujar Irfansyah.

Menurutnya, keputusan masyarakat membeli kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan fitur kendaraan. Pengalaman setelah kendaraan digunakan, termasuk kemudahan mendapatkan akses pengisian daya, juga menjadi pertimbangan dalam membangun kenyamanan pengguna EV.

Permudah Pengisian Kendaraan Listrik

Layanan Home Charging PLN memberikan pilihan bagi pemilik kendaraan listrik untuk melakukan pengisian daya dari rumah. Kendaraan dapat diisi ketika tidak digunakan sehingga kebutuhan mobilitas untuk aktivitas berikutnya dapat dipersiapkan dengan lebih praktis.

Bagi konsumen, keberadaan Home Charging membuat aktivitas pengisian daya dapat menjadi bagian dari rutinitas di rumah. Pemilik kendaraan tidak harus selalu mengandalkan fasilitas pengisian daya publik untuk memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari.

Perkembangan penggunaan Home Charging juga terlihat dari pertumbuhan jumlah pelanggan PLN di Jawa Barat.

Hingga Agustus 2026, PLN UID Jawa Barat mencatat 7.125 pelanggan telah menggunakan layanan Home Charging. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.034 pelanggan merupakan pelanggan baru yang tercatat sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak pengguna kendaraan listrik yang memanfaatkan fasilitas pengisian daya di rumah sebagai bagian dari kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Pelanggan Home Charging PLN Nasional Tembus 92 Ribu

Pertumbuhan Home Charging tidak hanya terjadi di Jawa Barat, tetapi juga secara nasional.

PLN mencatat terdapat 21.865 pelanggan baru Home Charging pada Semester I 2026. Secara keseluruhan, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan Home Charging PLN telah mencapai lebih dari 92 ribu hingga Juni 2026.

Pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut juga diikuti peningkatan konsumsi listrik untuk pengisian kendaraan.

Pada Semester I 2026, konsumsi listrik Home Charging Services (HCS) mencapai 110,55 GWh. Angka tersebut meningkat 93,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan konsumsi listrik tersebut menjadi salah satu gambaran berkembangnya penggunaan kendaraan listrik sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pengisian daya yang mudah diakses.

Jabar Punya 501 SPKLU di 289 Lokasi

Selain Home Charging, penguatan infrastruktur kendaraan listrik di Jawa Barat juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas pengisian daya publik.

Hingga Desember 2025, PLN UID Jawa Barat telah mengoperasikan 501 SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis.

Keberadaan SPKLU memberikan alternatif bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya ketika berada di luar rumah. Sementara itu, Home Charging dapat menjadi pilihan untuk mengisi daya kendaraan ketika berada di rumah.

Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung aktivitas pengguna kendaraan listrik.

Home Charging memberikan kemudahan pengisian daya untuk kebutuhan rutin dari rumah, sedangkan SPKLU memberikan akses pengisian ketika pengguna melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar rumah.

Home Charging dan SPKLU Perkuat Ekosistem EV

Kombinasi antara Home Charging dan SPKLU membuat ekosistem kendaraan listrik di Jawa Barat semakin terhubung. Pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk mengisi daya sesuai dengan kebutuhan dan pola perjalanan masing-masing.

Bagi industri otomotif, perkembangan infrastruktur pengisian daya tersebut turut menciptakan pengalaman penggunaan EV yang semakin lengkap bagi konsumen.

Kemudahan pengisian daya dari rumah dan ketersediaan fasilitas pengisian publik menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik yang dapat mendukung penggunaan EV dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan bertambahnya pelanggan Home Charging serta tersedianya ratusan SPKLU di berbagai lokasi, akses terhadap fasilitas pengisian kendaraan listrik di Jawa Barat terus berkembang.

Penguatan infrastruktur tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik Jawa Barat, sekaligus mendukung semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

OJK Tetapkan Perlakuan Khusus Kredit Bagi Debitur Terdampak Bencana di NTT

JAKARTA, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan perlakuan khusus atas kredit/pembiayaan...

F1 Asia Indonesia
EKONOMI

Wujudkan Kolaborasi Industri Mamin, Food Ingredients Asia Indonesia 2026 Sukses Digelar di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Food Ingredients Asia Indonesia 2026 telah sukses diselenggarakan di...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenUMKM Andalkan Lembaga Inkubator Bangun Ekosistem Kewirausahaan

SURABAYA, Bisnistoday–Kementerian UMKM mengandalkan lembaga inkubator sebagai ujung tombak memperkuat ekosistem kewirausahaan...