www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home GLOBAL Enam Srikandi Pejuang Lingkungan ini Raih Goldman Award 2026
GLOBALLingkungan

Enam Srikandi Pejuang Lingkungan ini Raih Goldman Award 2026

Sejak pertama kali diadakan pada 1989, ini merupakan kali pertama semua pemenangnya adalah perempuan.

Para Peraih Goldman Award 2026 (dok: Goldmanprize.org)
Para Peraih Goldman Award 2026 (dok: Goldmanprize.org)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Enam aktivis perempuan meraih penghargaan lingkungan hidup paling bergengsi Goldman Prize 2026. Mereka berasal dari Kolombia, Nigeria, Papua Nugini, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat.

Penghargaan ini diberikan karena perjuangan mereka di tingkat akar rumput dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan menyelamatkan keanekaragaman hayati.

Sejak pertama kali diadakan pada 1989, ini merupakan kali pertama semua pemenangnya adalah perempuan. Untuk diketahui, Penghargaan Lingkungan Hidup Goldman Prize merupakan prakarsa filantropis Richard dan Rhoda Goldman.

Menurut Al Jazeera, penghargaan ini termasuk yang paling bergengsi di bidang lingkungan hidup dan sering juga disebuat Green Nobel. Tahun ini para perempuan yang meraih penghargaan itu adalah  Iroro Tanshi dari Nigeria; Borim Kim (Korea Selatan), Sarah Finch (Inggris), Theonila Roka Matbob (Papua Nugini), Alannah Acaq Hurley (Amerika Serikat), dan Yuvelis Morales Blanco (Kolombia).

Penerima Penghargaan Goldman dipilih dari masing-masing enam wilayah utama di dunia, seperti Asia, Amerika latin dan Tengah, serta Eropa. Mereka masing-masing menerima uang hadiah sebesar US$200.000.

John Goldman, Wakil Presiden Goldman Environmental Foundation mengatakan “Para pemenang penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa keberanian, kerja keras, dan harapan sangat membantu dalam menciptakan kemajuan yang berarti.”

Melawan intimidasi

Morales Blanco, pemenang untuk wilayah Amerika Selatan dan Tengah, misalnya, berani berjuang melawan beberapa perusahaan minyak terbesar di dunia untuk menghentikan pengenalan fracking (teknik pengeboran nonkonvensional untuk mengekstrak minyak dan gas alam dari dalam batuan serpih dengan memompa campuran air, pasir, dan bahan kimi bertekanan tinggi ke dalam tanah) di Kolombia.

Perempuan berusia 24 tahun itu tumbuh di keluarga nelayan di sepanjang tepi Sungai Magdalena di komunitas Afro-Kolombia Puerto Wilches . “Kami tidak punya apa-apa selain sungai. Sungai itu seperti ibu yang merawat saya,” katanya, Selasa (21/4/2026).

Ia mulai mengorganisir protes setelah tumpahan minyak besar-besaran pada tahun 2018, yang memaksa relokasi puluhan keluarga dan menewaskan ribuan hewan.

Aktivismenya, yang membuatnya menjadi target intimidasi dan memaksanya untuk pindah sementara, membantu menghentikan proyek dan mengangkat fracking sebagai isu dalam pemilihan umum Kolombia tahun 2022.

Dua dari lima penerima penghargaan tahun ini lainnya juga memfokuskan upaya mereka pada perjuangan melawan bahan bakar fosil, yang menyebabkan perubahan iklim global dan polusi di masing-masing negara.

Borim, pemenang dari Asia yang mendirikan organisasi Youth 4 Climate Action, memenangkan putusan dari Mahkamah Konstitusi Korea Selatan yang menyatakan bahwa kebijakan iklim pemerintah melanggar hak konstitusional generasi mendatang. Ini merupakan litigasi iklim yang dipimpin kaum muda pertama yang berhasil di benua tersebut.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

Geoffrey Hinton (dok: University of Toronto)
GLOBALOtomotif & Tekno

Peraih Nobel Geoffrey Hinton Sebut Dunia akan Lebih Baik Tanpa AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Serangan siber yang melumpuhkan sejumlah supermarket di Prancis, baru-baru...

Lingkungan

Karhutla di Ketapang Masih Jadi Sorotan, Natur Gondowangi dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan di Pontianak

PONTIANAK , Bisnistoday.co.id,– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih...