www.bisnistoday.co.id
Senin , 10 Agustus 2026
Home GLOBAL FIFA Diingatkan Potensi Pelanggaran HAM di Piala Dunia 2026
GLOBALSport & Health

FIFA Diingatkan Potensi Pelanggaran HAM di Piala Dunia 2026

Dalam laporan terbarunya, Humanity Must Win: Defending rights, tackling repression at the 2026 FIFA World Cup, lembaga itu merinci risiko dan dampak signifikan terhadap penggemar, pemain, jurnalis, pekerja, dan masyarakat lokal di ketiga negara tuan rumah.

FIFA
LOGO Federal Sepak Bola Dunia (FIFA) belum lama ini./istimewa
Social Media

JAKARTA-Bisnistoday: FIFA dan negara tuan rumah Piala Dunia 2026 harus menjamin keamanan dan keselamatan  para penggemar sepak bola dan masyarakat lainnya yang ingin menyaksikan turnamen tersebut.

Amnesty Internasional, dalam situs resminya, Senin (20/3/2026) memperingatkan jutaan penggemar sepak bola yang akan menonton langsung Piala Dunia FIFA 2026 di Kanada, Meksiko, dan AS, berisiko menghadapi serangan yang mengkhawatirkan terhadap hak asasi manusia.

“Terutama yang berasal dari kebijakan imigrasi AS yang kejam,” kata Amnesty International hari ini.

Organisasi hak asasi manusia tersebut memperingatkan bahwa pembatasan ketat terhadap kebebasan berekspresi dan protes damai, mengancam turnamen yang “aman, ramah, dan inklusif” seperti janji FIFA.

Dalam laporan terbarunya, Humanity Must Win: Defending rights, tackling repression at the 2026 FIFA World Cup, lembaga itu merinci risiko dan dampak signifikan terhadap penggemar, pemain, jurnalis, pekerja, dan masyarakat lokal di ketiga negara tuan rumah.

AS yang akan menggelar tiga perempat pertandingan Piala Dunia, menghadapi keadaan darurat hak asasi manusia yang ditandai dengan kebijakan imigrasi yang diskriminatif, penahanan massal, dan penangkapan sewenang-wenang oleh agen bersenjata dari US Immigration and Customs Enforcement (ICE), US Customs and Border Protection (CBP), dan lembaga lainnya.

“Pemerintah AS telah mendeportasi lebih dari 500.000 orang dari AS pada tahun 2025 – lebih dari enam kali lipat jumlah orang yang akan menonton final Piala Dunia di Stadion MetLife,” kata Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial Amnesty International, Steve Cockburn.

Imigran

Menurut organisasi tersebut meningkatnya  penangkapan dan deportasi ilegal yang memecahkan rekor ini  karena minimnya perlindungan proses hukum, yang merusak hak atas kebebasan dan keamanan ratusan ribu migran dan pengungsi.

“Kebijakan-kebijakan ini telah memecah belah komunitas dan menciptakan iklim ketakutan di seluruh AS. Ini adalah masa yang sangat mengkhawatirkan di AS, yang tentu akan meluas ke para penggemar yang ingin ikut serta dalam perhelatan Piala Dunia.”

Kota-kota penyelenggara Piala Dunia telah terdampak oleh tindakan keras pemerintah AS terhadap hak-hak asasi manusia.

Presiden Trump telah mengerahkan sekitar 4.000 pasukan Garda Nasional California ke Los Angeles pada Juni 2025, sebagai tanggapan terhadap protes  atas razia imigran.

Kota-kota penyelenggara, Dallas, Houston, dan Miami, semuanya telah menandatangani perjanjian bermasalah yang memungkinkan lembaga penegak hukum setempat untuk berkolaborasi dengan ICE, menargetan para imigran. Hal ini mengikis kepercayaan antara masyarakat dan penegak hukum setempat, sehingga mengancam keselamatan publik.//

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
GagasanSport & Health

Pelajaran dari Krisis Kepemimpinan FIFA

FIFA, Federasi Sepak Bola Internasional, saat ini sedang diterpa masalah, terutama terkait...

Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
GLOBAL

Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel

JAKARTA, Bisnistoday – Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan dalam pemilihan pendahuluan Partai...

Vinicius Jr (dok:reuters)
Sport & Health

Real Madrid Perpanjang Kontrak Vinicius Jr hingga 2032

JAKARTA, Bisnistoday – Teka-teki tentang masa depan Vinicius Jr di Real Madrid...

Danone
Sport & Health

Pentingnya Peran Sinbiotik untuk Fondasi Kesehatan Sistem Imunitas Anak

JAKARTA, Bisnistoday -  Kesehatan saluran cerna si Kecil adalah hal krusial untuk...