www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home GLOBAL Paus Leo XIV: Tuhan tidak Membenarkan Perang
GLOBALKawasan Global

Paus Leo XIV: Tuhan tidak Membenarkan Perang

Selama misa Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus, Paus mengatakan konflik antara AS-Israel dengan Iran sangat mengerikan. Menurut  Paus, Tuhan tidak membenarkan perang.

Paus Leo XIV
Paus Leo XIV menyerukan perdamaian (dok: Vatikan News)
Social Media

JAKARTA-Bisnistoday: Pemimpin Katolik sedunia Paus Leo XIV  mengatakan Tuhan menolak doa para pemimpin yang mengobarkan perang dan tangan yang berlumuran darah.

Paus menyampaikan komentar tersebut pada Hari Minggu (29/3/2026, ketika ribuan pasukan AS tiba di Timur Tengah untuk melancarkan serangan darat ke Iran.

Banyak yang menafsirkan ucapan itu untuk menyindir pemeritahan Donald Trump (Presiden AS).  Beberapa hari sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, ‘berdoa’ untuk menindak musuh-musuh yang menurutnya “tidak pantas mendapat belas kasihan”.

Selama misa Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus, Paus mengatakan konflik antara AS-Israel dengan Iran sangat mengerikan. Menurut  Paus, Tuhan tidak membenarkan perang.

“Inilah Tuhan kita: Yesus, Raja Damai, yang menolak perang. Ia tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang,” katanya kepada puluhan ribu jemaat. “Ia tidak mendengarkan doa-doa mereka yang berperang.”

Mengutip sebuah ayat Alkitab, Paus Leo menambahkan: “‘Meskipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan: tanganmu penuh dengan darah.’”

Paus Katolik pertama dari AS ini memang tidak menyebutkan nama pemerintah atau individu mana pun, tetapi pernyataannya yang sangat tajam ini disampaikan setelah Hegseth ‘berdoa’ untuk menyerukan kekerasan dan peningkatan pengiriman pasukan darat AS di dekat Iran.

Paus mengutip sebuah ayat Alkitab di mana Yesus menegur seorang murid yang menggunakan pedang untuk mencoba mengusir tentara yang datang untuk menangkapnya.

“Yesus tidak mempersenjatai diri atau melawan,” kata Paus. “Ia mengungkapkan wajah Allah yang lembut, yang selalu menolak kekerasan. Alih-alih menyelamatkan diri-Nya sendiri, Ia membiarkan diri-Nya dipaku di kayu salib.”

Mengutip para pejabat AS, Washington Post mewartakan seruan untuk perdamaian muncul dari berbagai pihak ketika Pentagon bersiap untuk operasi darat selama beberapa minggu ke depan.

Di sisi lain, Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan pasukan negaranya sedang menunggu pasukan AS dan siap menumpas mereka.

Kontroversi

Penggunaan keyakinan agama oleh Hegseth dalam tindakan perang ini telah menarik perhatian dan kontroversi.

Minggu lalu dalam kebaktian Kristen untuk pekerja militer dan sipil di Washington, Hegseth berkata: “Biarlah setiap peluru mengenai sasarannya terhadap musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang agung. Mereka tidak pantas mendapat belas kasihan.”

Menurut Guardian Hegseth merupakan anggota gereja yang berafiliasi dengan Persekutuan Gereja-Gereja Injili Reformasi, yang pendirinya mengidentifikasi diri sebagai seorang nasionalis Kristen.

Paus telah berulang kali menyerukan gencatan senjata dan larangan serangan udara dalam konflik yang telah mendatangkan kehancuran di Lebanon, Israel, dan negara-negara Teluk.

Dalam khotbahnya pada hari Minggu, Paus menyesalkan bahwa umat Kristen di wilayah tersebut mungkin tidak dapat merayakan Paskah.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

Degung Kapitol
Kawasan Global

Demokrat Rebut Kendali Kongres AS, Kemenangan Besar yang Guncang Kekuasaan Trump

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Peta kekuatan politik Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan setelah...

Geoffrey Hinton (dok: University of Toronto)
GLOBALOtomotif & Tekno

Peraih Nobel Geoffrey Hinton Sebut Dunia akan Lebih Baik Tanpa AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Serangan siber yang melumpuhkan sejumlah supermarket di Prancis, baru-baru...

Pranis rusuh
Kawasan Global

Melonjaknya Biaya Hidup, Picu Unjuk Rasa Besar-besaran di Eropa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Unjuk rasa para pelajar di Prancis yang telah berlangsung...