www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home GLOBAL G7 Summit Bahas Isu Paksaan Ekonomi China
GLOBALKawasan Global

G7 Summit Bahas Isu Paksaan Ekonomi China

KTT G7 JEPANG pada Mei 2023.
Social Media

WASHINGTON, Bisnistoday – Para pemimpin negara-negara Kelompok Tujuh (G7) akan membahas kekhawatiran tentang penggunaan “pemaksaan ekonomi” China dalam urusan luar negeri. Hal ini, sebagai bagian dari pernyataan bersama dan menguat minggu depan. Ini, menurut seorang pejabat AS yang akrab dengan diskusi tersebut.

Pernyataan tersebut, kemungkinan merupakan bagian dari keseluruhan komunike yang akan dirilis oleh para pemimpin selama KTT 19-21 Mei di Hiroshima Jepang. Penyataan ini, bakal satukan dalam proposal tertulis yang mana negara maju akan bersama melawan paksaan ekonomi dari negara manapun.

Dalam pernyataan G7 nanti akan memasukan bagian khusus untuk China dengan mengungkap berbagai kekhawatiran seperti paksaan ekonomi dan perilaku lain yang yang terlihat secara khusus, ungkap pejabat, pada Jumat.

“Pernyataan keamanan ekonomi secara terpisah, berbicara lebih banyak tentang strategi” yang digunakan untuk melawan upaya pemaksaan dari negara mana pun. Ini akan menjadi tanggung jawab, termasuk perencanaan dan koordinasi, kata orang tersebut.

Meredakan Ketegangan Kawasan

Presiden AS Joe Biden telah menjadikan China sebagai fokus kebijakan luar negerinya, serta menjaga serta mengurangi hubungan yang tegang dan kompetitif, agar tidak mengarah ke salah satu konflik terbuka, termasuk mengenai Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Seperti diketahui, bahwa Anggota G7 yang juga mencakup Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris, terkait erat secara ekonomi dengan China, pengekspor terbesar dunia dan pasar utama bagi banyak dari tujuh perusahaan negara.

Terkait tudingan paksaan ekonomi ini, sebelumnya, China menyebut pernyataan menteri luar negeri G7 yang mengutarakan topik serupa dianggap “penuh kesombongan, prasangka terhadap China,” dan mengajukan keberatan kepada tuan rumah G7 tahun ini, Jepang.

Di bawah pendahulu Biden, Presiden Donald Trump, pernyataan G7 sering kali hanya menyebutkan sepintas tentang masalah yang melibatkan China. Pemerintahan Biden telah mendorong pernyataan yang lebih langsung.

Mempersatukan Visi

Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh semua pemimpin G7 setiap tahun dimaksudkan untuk memberi sinyal bahwa negara-negara kuat itu selaras dalam berbagai masalah politik dan ekonomi. Disisi lain, anggota G7 juga akan membuka prospek kerja sama lebih lanjut dengan China di bidang-bidang seperti iklim.

“Kami bukan untuk memisahkan ekonomi AS dan China, kami untuk menghilangkan risiko, kami untuk diversifikasi,” kata pejabat AS. “Prinsip itu sangat menyatukan.”

Pembahasan atas penggunaan bahasa yang tepat dari deklarasi bersama para pemimpin masih berada dalam koridor diplomasi dan akan mengalami dinamika sebelum dirilis selama KTT./reuters.com

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Degung Kapitol
Kawasan Global

Demokrat Rebut Kendali Kongres AS, Kemenangan Besar yang Guncang Kekuasaan Trump

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Peta kekuatan politik Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan setelah...

Geoffrey Hinton (dok: University of Toronto)
GLOBALOtomotif & Tekno

Peraih Nobel Geoffrey Hinton Sebut Dunia akan Lebih Baik Tanpa AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Serangan siber yang melumpuhkan sejumlah supermarket di Prancis, baru-baru...

Pranis rusuh
Kawasan Global

Melonjaknya Biaya Hidup, Picu Unjuk Rasa Besar-besaran di Eropa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Unjuk rasa para pelajar di Prancis yang telah berlangsung...

Petugas kepolisian berjaga saat api berkobar di Paris pada Minggu malam. Foto: Abdul Saboor/Reuters
GLOBAL

Macron Kecam Aksi Kerusuhan, Mendagri Prancis Dituntut Mundur

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Bentrokan yang berujung kericuhan dan penjarahan mewarnai aksi unjuk...