JAKARTA, Bisnistoday – Setelah diluncurkan pada Merdeka Belajar Episode ke-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus memperbarui platform Rapor Pendidikan untuk pendidikan Indonesia yang semakin inklusif dan berkualitas.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mendorong seluruh pemangku kepentingan bidang Pendidikan terlibat aktif dalam penggunaan platform Rapor Pendidikan.
“Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan,” ujar Mendikbudristek dalam pidatonya di perayaan Hari Pendidikan Nasional tahun 2023.
Berkaitan dengan penjaringan aspirasi dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan, platform Rapor Pendidikan versi 2.0 hadir dengan beragam fitur baru yang dapat semakin mempermudah sekolah dalam melakukan pembenahan yang sesuai kebutuhan telah diluncurkan secara resmi pada tanggal 10 Mei 2023 lewat webinar bertajuk Perilisan Rapor Pendidikan Versi 2.0.
Mengawali sesi diskusi webinar, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, menambahkan bahwa inspirasi benahi yang terintegrasi dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dapat memberikan rekomendasi aksi nyata pembenahan yang dapat dijadikan opsi bagi sekolah dengan menyesuaikan sesuai kebutuhannya masing-masing.
“Kriteria utama keberhasilan bagi setiap sekolah dilihat dari perbandingan dengan hasil yang dicapai di masa lalu, bukan dari ranking ataupun perbandingan dengan sekolah lain. Setiap sekolah memiliki titik awal yang berbeda-beda”, tambah Nino, panggilan akrab Kepala BSKAP Kemendikbudristek.
Nino menambahkan bahwa budaya refleksi yang partisipatif menjadi sangat terbantu dengan adanya Rapor Pendidikan, “Perbaikan harus didasarkan pada refleksi dan kesepakatan bersama agar dapat berjalan efektif”, tambahnya.
Memberikan Gambaran Obyektif
Selanjutnya, narasumber yang merupakan Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 39 Pontianak, Fatinam, menyampaikan dengan platform Rapor Pendidikan, sekolah mendapat gambaran yang lebih objektif karena menyajikan data hasil Asesmen Nasional yang tidak hanya dilakukan oleh guru dan kepala sekolah, tetapi juga murid.
“Siswa kami berupaya untuk jujur ketika menjawab pertanyaan yang terdapat di Asesmen Nasional. Mereka menyampaikan keadaan sekolah dengan apa adanya, sehingga data yang dihasilkan dalam platform Rapor Pendidikan dapat memotret keadaan yang sesungguhnya di sekolah kami,” tutur Fatinam.
Menurut Fatinam potret objektif tersebut didapat karena dalam Rapor Pendidikan tidak hanya mendorong pelibatan kepala sekolah dan guru, tapi juga murid dan orang tua. “Perspektif dan suara dari mereka membuat sekolah semakin memantik sekolah merefleksikan kondisi dengan lebih objektif,” jelasnya.
Senada dengan itu, narasumber lainnya, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 38 Bandung, Suratman, mengisahkan bagaimana platform Rapor Pendidikan mendorong gotong-royong seluruh warga sekolah dalam penyusunan program dan kebijakan sekolah.
“Sebelum adanya platform Rapor Pendidikan, belum semua pihak bisa ikut terlibat dalam penyusunan program sekolah. Tapi, kini dengan platform Rapor Pendidikan, seluruh warga sekolah terdorong untuk memiliki visi dan semangat yang sama dalam memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah,” terang Suratman.
Aksi Nyata ‘Inspirasi Benahi’
Pada kesempatan yang sama, Fatinam mengungkapkan kemudahan di Rapor Pendidikan versi 2.0, terutama pada fitur inspirasi benahi yang berisi beragam inspirasi praktik baik pembenahan, “Setelah mengetahui ringkasan kondisi sekolah, kami dapat menentukan langkah-langkah pembenahan dan mewujudkannya ke dalam aksi nyata yang terinspirasi dari beragam praktik baik pada fitur tersebut dan menerjemahkannya ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)”, tambahnya
Lebih lanjut, Suratman turut mengungkapkan bahwa sekolahnya sudah menyusun Perencanaan Berbasis Data (PBD) berdasarkan data pada Rapor Pendidikan. “Langkah yang kami lakukan adalah sosialisasi ke warga dan komite sekolah untuk menyamakan persepsi kondisi, sekolah kemudian melakukan workshop untuk merancang kegiatan untuk pembenahan diri dengan bergotong royong seluruh warga sekolah,” tuturnya.
Berbagai fitur baru secara nyata menunjang sekolah dalam penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan. “Kita bisa langsung melihat dan membandingkan capaian kualitas pembelajaran tahun sebelumnya dengan hasil tahun ini. Hal ini memudahkan kami untuk bisa langsung menuangkannya ke dalam Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) dan juga mencari inspirasi solusi pembenahan pembelajaran melalui Platform Merdeka Mengajar,” papar Fatinam./




