www.bisnistoday.co.id
Jumat , 2 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Gaya Hidup Masyarakat Lebih Sehat, Lemonilo Tandai Usia Satu Dekade dengan Sertifikasi B Corp
Ekonomi & Bisnis

Gaya Hidup Masyarakat Lebih Sehat, Lemonilo Tandai Usia Satu Dekade dengan Sertifikasi B Corp

Lemonelo
Shinta Nurfauzia, Co-Founder dan Co-CEO Lemonilo di Jakarta, Kamis (1/10)./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Tepat satu dekade sejak didirikan pada 1 Oktober 2016, Lemonilo memasuki babak baru dalam perjalanannya sebagai perusahaan makanan dan camilan sehat asal Indonesia. Setelah 10 tahun berupaya membuat pilihan hidup sehat lebih mudah diakses masyarakat, Lemonilo melanjutkan komitmennya dengan meraih Sertifikasi B Corp, yakni pengakuan penerapan standard sosial, lingkungan, dan tata kelola dalam menjalankan praktik bisnis.

“Sepuluh tahun lalu kami memulai Lemonilo dengan mimpi sederhana, yaitu membuat pilihan makanan yang lebih sehat dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Setelah melewati perjalanan selama satu dekade, kami belajar bahwa membangun Indonesia yang lebih sehat akan sangat berkaitan dengan bagaimana sebuah perusahaan menjalankan bisnisnya, bagaimana kami memperlakukan orang di dalam dan di sekitar perusahaan, bagaimana kami memperhatikan lingkungan, dan bagaimana kami mengambil keputusan untuk masa depan, ” ujar Shinta Nurfauzia, Co-Founder dan Co-CEO Lemonilo di Jakarta, Kamis (1/10).

Bagi Lemonilo, pencapaian ini menjadi bagian dari misi utama dalam Menuju Generasi Hebat. Jika pada awal berdirinya Lemonilo berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana membuat pilihan makanan yang lebih sehat dapat diakses dan dinikmati lebih banyak orang, saat ini pertanyaan tersebut berkembang menjadi bagaimana Lemonilo dapat menjalankan Bisnis dengan cara yang memberikan dampak yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan.

“Karena itu, mendapatkan Sertifikasi B Corp bagi kami merupakan bukti nyata bahwa Lemonilo memiliki komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Ini adalah standard yang membantu kami melihat Lemonilo secara lebih menyeluruh dan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan bersama tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan, ” lanjutnya.

Gaya Hidup Lebih Sehat Menuju Bisnis Berkelanjutan

Lemonilo didirikan oleh Shinta Nurfauzia, Ronald Wijaya, dan Johannes Ardiant pada 1 Oktober 2016. Sejak awal, Lemonilo dibangun dengan tujuan membuat gaya hidup sehat lebih mudah diakses masyarakat Indonesia.

Berangkat dari melihat adanya kesenjangan antara produk sehat yang relatif mahal dengan pilihan FMCG yang tersedia secara luas, Lemonilo kemudian berkembang dari sebuah lokapasar produk sehat menjadi perusahaan consumer goods dengan berbagai kategori produk, mulai dari mie instan, camilan, hingga bumbu dapur.

Semangat tersebut tetap menjadi bagian dari Lemonilo hingga hari ini. Lemonilo mengembangkan produk dengan standard tanpa 3P, yaitu pengawet, penguat rasa, dan pewarna buatan, serta terus menghadirkan pilihan makanan yang dapat menjadi bagian dari

keseharian masyarakat. Saat ini, produk Lemonilo telah tersedia di lebih dari 103.000 titik penjualan di Indonesia serta sejumlah pasar internasional.

Selama 10 tahun, cara Lemonilo melihat arti “sehat” pun ikut berkembang. Hidup sehat tidak berhenti pada pilihan yang ada di meja makan. Ada lingkungan tempat seseorang tumbuh, orang-orang yang bekerja di balik sebuah produk, keluarga yang mendukung keseharian, serta masyarakat dan lingkungan yang ikut membentuk kualitas hidup. Pemahaman tersebut menjadi salah satu alasan Lemonilo membawa komitmennya ke dalam kerangka B Corp.

B Corp: Ketika Dampak Menjadi Bagian dari Cara Bisnis Berjalan

Dilansir dari situs resmi B Corporation™, B Corp adalah bagian dari gerakan global yang dikembangkan oleh B Lab™ untuk mendorong perusahaan menggunakan bisnis sebagai kekuatan untuk memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan. Dalam proses Sertifikasinya, B Lab menggunakan B Impact Assessment untuk mengevaluasi dampak perusahaan melalui lima area utama, yaitu Governance, Workers, Community, Environment, dan Customers. Kelima area tersebut melihat bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya serta dampaknya terhadap berbagai pemangku kepentingan.

Artinya, penilaian terhadap sebuah perusahaan tidak berhenti pada apakah perusahaan tersebut memiliki program sosial atau kegiatan lingkungan. B Lab melihat bagaimana prinsip tersebut diterapkan dalam berbagai bagian dari bisnis, mulai dari cara perusahaan mengambil keputusan, memperlakukan pekerja, mengelola dampak lingkungan, menghormati hak asasi manusia, hingga bagaimana perusahaan berkontribusi terhadap perubahan yang lebih luas.Bagi Lemonilo, pendekatan tersebut sejalan dengan perkembangan perjalanan perusahaan selama 10 tahun terakhir.

Melihat Praktik Bisnis Berkelanjutan

Salah satu bagian penting dalam B Impact Assessment adalah Governance, yang melihat bagaimana perusahaan menempatkan tujuan, dampak sosial dan lingkungan, etika, serta transparansi sebagai bagian dari cara perusahaan dijalankan. Area ini juga melihat bagaimana perusahaan mempertimbangkan kepentingan berbagai pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan.

Dari sisi Workers, B Impact Assessment melihat bagaimana perusahaan berkontribusi terhadap kesejahteraan pekerja, mulai dari keamanan finansial, kesehatan dan keselamatan, pengembangan karier, hingga keterlibatan dan kepuasan karyawan.

Sementara itu, Community melihat bagaimana perusahaan memberikan dampak terhadap komunitas di sekitar kegiatan bisnisnya. Aspek yang diperhatikan mencakup keberagaman, kesetaraan dan inklusi, kontribusi ekonomi, keterlibatan dalam masyarakat, pemberian sosial, hingga praktik dalam rantai pasok.

Di sisi lingkungan, Environment mengevaluasi bagaimana perusahaan mengelola dampak lingkungan dari kegiatan operasionalnya, termasuk dampaknya terhadap udara, iklim, air, tanah, dan keanekaragaman hayati. Penilaian ini juga dapat mencakup rantai pasok dan distribusi perusahaan.

Sementara Customers melihat bagaimana perusahaan menjalankan tanggung jawabnya kepada konsumen, termasuk kualitas produk dan layanan, praktik pemasaran yang etis, perlindungan data, serta saluran bagi konsumen untuk memberikan masukan. Area ini juga mempertimbangkan produk atau layanan yang dirancang untuk memberikan manfaat sosial bagi konsumen./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Komitmen Layanan Terbaik Bawa Didimax Raih Peringkat Tertinggi Grade A+++ Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- ​PT Didimax Pialang Berjangka mencatatkan prestasi membanggakan pada paruh pertama...

Ekonomi & Bisnis

Menkeu Ungkap Sinyal Positif Perekonomian di September 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara gamblang mengungkap deretan indikator...

Ekonomi & Bisnis

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, Layanan Airport Assistance Kini Terintegrasi di Aplikasi Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Mobilitas masyarakat urban yang makin tinggi menuntut kepraktisan dalam setiap...

Ekonomi & Bisnis

Pengembangan Investasi Jabar Perlu Ditopang Infrastruktur Kelistrikan

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Pengembangan investasi di Jawa Barat perlu didukung infrastruktur kelistrikan...