JAKARTA, Bisnistoday – Sejumlah praktisi dari berbagai komunitas pegiat transportasi Kota Jakarta meminta Gubernur Daerah Khusus Kota Jakarta (DKJ) baru yakni Pramono Anung dan Rano Karno mewujudkan transportasi beradab dan bermartabat untuk Kota Jakarta.
Hal ini disampaikan sejumlah pegiat transportasi, dari berbagai komunitas seperti INSTRAN (Inisiatif Stategis Transportasi), MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbel), FDTJ (Forum Diskusi Transportasi Jakarta) di Jakarta, Rabu (19/2).
Budi Susandi Ketum INSTRAN mewakili komunitas transportasi Kota Jakarta mengutarakan, arah pembangunan transportasi di perkotaan seperti Jakarta saat ini dan di masa depan tentu tidak lepas dari peranan komitmen kepala daerah
“Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung – Rano Karno, kerap mengangkat isu angkutan umum dan integrasi layanan transportasi wilayah sebagai bagian dari janji kampanye yang disosialisasikan untuk mengatasi ragam permasalahan kemacetan dan polusi udara di Jakarta,” urai Budi.
Didalam diskusi, hadir Yusa C Permana, Ketua MTI Wilayah Jakarta, M Irham Syarif, Direktur II FDTJ, Alfred Sitorus, Ketua Program KPBB. Komunitas ini menyampaikan pesan antara lain, Pemprov DKJ, diminta wujudkan Transportasi Jakarta yang Beradab dan Bermartabat
“Pesan ini kami sampaikan sebagai wujud kompetensi dan konsistensi kami dalam menyoroti permasalahan transportasi perkotaan di Jakarta sehingga menjadi resonansi bagi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur dalam merancang pembenahan transportasi perkotaan di Jakarta ke depan.”
Sejumlah usulan yang disampaikan, antara lain bahwa Gubernur Jakarta harus mampu menegakkan aturan pengendalian trafik kendaraan di Kota Jakarta. Alias, seluruh kebijakan untuk mendorong warga Jakarta menggunakan angkutan umum.
“Hal ini bisa ditempuh dengan tarif tinggi, pencabutan subsidi BBM kendaraa pribadi, ketersediaa lahan parkir kendaraan pribadi, maupun pembatasan gage sekaligus insentif pengguna transportasi public.”
Komunitas penggiat transportasi ini, meminta Gubernur Jakarta memberikan perhatian terhadap beberapa hal seperti memfungsikan kembali parkir Ragunan sebagai park and ride. Memperpajang pelayanan maupun peningkatan fasilitas pejalan kaki. “ Untuk jangka panjang, penguatan prasarana transportasi public serta penguatan holding BUMD.”/









































