JAKARTA, Bisnistoday – Komunitas pelaku usaha perdesaan yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indoesia (APUDSI) mengajak seluruh pemangku kepentingan, turut memberikan andil dalam pengembangan usaha ekonomi perdesaan. Desa selayaknya menjadi basis utama pengembangan ekonomi nasional.
“Pengusaha, semestinya berangkat dari desa dulu baru menuju ke kota-kota besar di Indonesia. Nah, APUDSI menjadi rumah, wadah, jembatan untuk menggapai mimpi pelaku usaha desa menuju pengembangan usaha lebih luas untuk modal bisnis ke perkotaan besar,” ungkap Ketum Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI), Maulidan Isbar, saat acara Guyub Nasional I dan Deklarasi APUDSI di Jakarta, Rabu (19/2).
Maulidan Isbar mengatakan, tiga pilar utama didalam APUDSI yakni berdaya, sejahtera dan bermanfaat. APUDSI menginginkan pelaku usaha desa yang kuat dan mandiri serta sejahtera. Hanya saja, untuk mewujudkan itu semua APUDSI tidak bisa berjalan sendirian. Semua yang berkepentingan harus terlibat bersama untuk berjalan sehingga berdampak luas kepada masyarakat.
“Kami ada program APUDSI AGRI, termasuk mengurusi bisnis pertanian, seperti baru-baru ini menjadi perhatian Presiden Prabowo soal harga gabah. Harga pantas untuk petani Rp 6.500 per kg gabah wajib dibeli. Ini tentu tidak mudah dan harus berkolaborasi semua pihak termasuk pelaku usaha desa.”
Mengenai potesi perdesaan, sejatinya, lanjut Maulidan, kekayaan alam di Indonesia sungguh tak terhingga. Seperti di wilayah Jawa Barat saja, ada potesi perikanan, padi dan lainya, apabila dapat dipetakan lebih akurat dari desa maka pengembanganya lebih optimal. “Diharapkan APUDSI memberikan solusi kemandirian pangan lebih efektif dan optimal.”
Belum lama ini, lanjut Maulidan, program Desa AGRI akan menjadi holding bidang pengembangan pangan dan mulai menggandeng Bank BRI, untuk mendorong pengembangan ekonomi desa yang berkualitas dan optimal. Demikian juga, ada potensi menggandeg LPDB Kemeterian Koperasi, dengan dukungan hubungan satu pintu dengan APUDSI.
“Kita targetkan menciptakan 100 Komunitas Agri di desa, serta mencetak seribu pengusaha mandiri dari desa tahun ini.”
Belum lagi, lanjut Maulidan, bahwa pelaku usaha desa juga bisa menggarap Videotron (Iklan Layar Digital). APUDSI akan menginisiasi sebayak seribu Videotron atau layar tancap digital setiap desa memilikinya, agar seluruh informasi disampai melalui Videotron.
“Ini akan mengankat brand dari desa, untuk diketahui masyarakat lebih luas. Selain itu bisa untuk papan pengumuman dan informasi sosial lainnya.”
Melalui Videotron ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sekitar Rp1-1,5 miliar per tahun untuk pengelo desa. Ini juga diharapkan mampu tersebar disekitar 5.500 desa dan sangat potensial bagi desa. Pejajakan sudah dimulai dengan Starlink untuk memanfaatkan blank spot lebih optimal. Jadi Desa diibaratkan sebagai lilin-lilin kecil yang mampu menerangi seluruh wilayah Indonesia.”








































