www.bisnistoday.co.id
Kamis , 27 Agustus 2026
Home EKONOMI Harus Ada Pembatasan Rasio Gaji di BUMN
EKONOMI

Harus Ada Pembatasan Rasio Gaji di BUMN

gaji direksi perusahaan BUMN tak wajar
Social Media

PUBLIK akhir-akhir ini dikagetkan dengan rilis di media tentang jumlah gaji Komisaris dan Direksi PT Pertamina (Persero) yang ternyata jumlahnya sangat fantastis. Komisaris dan  Direksi  gajinya hingga lebih dari Rp1 triliun per tahun.

Suroto

Menurut Laporan Keuangan Pertamina tahun 2022, gaji yang dibayarkan kepada komisaris dan direksi masing-masing sekitar Rp358,5 miliar dan Rp702,67 miliar.

Setiap komisaris rata-rata mendapatkan Rp100,3 miliar per tahun atau sekitar Rp8,3 miliar per bulan. Setiap direksi mendapatkan Rp59,7 miliar per tahun atau sekitar Rp4,9 miliar per bulan. Belum lagi jika ditambah bonus, tantiem, insentif lainya yang jumlahnya juga hingga milyaran rupiah per orang.

Sementara itu, gaji karyawannya dengan jabatan terbawah sebut saja seorang office boy di kantor Pertamina Jakarta, gajinya hanya standard Upah Minimum Regional (UMR). Angkanya sebesar Rp4.901.798 per bulan. Jika dikalikan satu tahun maka sebesar Rp58,8 juta atau sebutlah Rp60 juta per tahun.

Jadi, jika angkanya diperbandingkan dengan gaji seorang komisaris dengan office boy di Pertamina maka besaranya menjadi 1,666 kali lipat. Angka yang tidak lagi mencerminkan asas gotong royong dan keadilan.

Rasio gaji yang tak wajar itu tak hanya di Pertamina, tapi juga terjadi di BUMN kita yang lain. Seperti bank BUMN, Maskapai Garuda, KAI, dan lain lain. Di Bank BRI misalnya, jika disertakan bonus, tantiem dan lain lain,  berdasarkan laporan keuangan 2022,  perkalian gaji direktur utamanya  bahkan hingga 2.200 kali lipat dari gaji karyawannya dengan jabatan terbawah.

Gaji tinggi tentu boleh-boleh saja, tapi tentu sungguh tak elok jika kemudian gaji pekerja di BUMN itu yang terbawah hanya berstandard Upah Minimum Regional (UMR). Seharusnya peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri BUMN itu bukan hanya mengatur tentang penentuan struktur gaji bagi Komisaris dan Direksi serta Pengawas BUMN, melainkan seharusnya mengatur struktur gaji keseluruhan karyawan. Ini jelas berpotensi moral hazard.

Batasa Rasio

Kalau mau adil dan juga penuhi asas kegotong royongan, gaji itu sebaiknya diatur dengan batasan rasio gaji tertinggi dan terendah. Sebab jika hanya mengatur struktur gaji komisaris dan direksi dan itupun dasarnya hanya pembagian prosentase alokasinya maka  dampaknya adalah justru perilaku mereka menggencet mereka yang di bawah demi kepentingan pribadi dan kelompok elit komisaris dan direksi semata.

Sebagai salah satu pembanding dalam model penentuan pembatasan rasio gaji ini kita dapat mencontoh satu perusahaan Mondragon Worker Cooperative Group (MWCG) di Spanyol yang beroperasi di 15 negara dan karyawanya sebanyak 80.000 orang lebih.

Gaji mereka ditentukan di statuta perusahaan antara yang tertinggi dan terendah hanya sebesar 6 kali lipat. Artinya jika seorang komisaris atau direktur utama akan menaikkan gaji mereka maka yang gaji karyawan dibawahnya semua juga turut naik dan batasanya jelas.

Mondragon  adalah perusahaan swasta, tapi mereka mempraktek ekonomi Pancasila dan ekonomi gotong  royong. Walaupun mereka tentu tidak mengenal istilahnya.  Apalagi perusahaan BUMN yang mustinya mengemban misi pelayanan publik (public servise obligation), semestinya tidak kapitalistik dan ugal ugalan. Sebab BUMN itu adalah milik rakyat dan tujuanya untuk berikan sebesar besarnya bagi rakyat./  Oleh Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...

Dirut KAI
EKONOMI

Dirut KAI Fokus Optimalkan Area Pertumbuhan Ekonomi Wilayah TOD

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal lebih fokus pengembangan...