JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (04/04) ditutup menguat 87,56 poin ke posisi 7.254,39. Sementara indeks LQ45 naik 13,86 poin ke posisi 967,76. Penguatan seiring dengan penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kejiannya menyebutkan naiknya IHSG dan bursa kawasan Asia dan Global dipicu oleh pidato Ketua The Fed Jerome Powell di acara Economic Outlookdi Stanford Business, Government, and Society Forum di Stanford, California yang menyakan bahwa butuh waktu cukup lama untuk mengevaluasi keadaan inflasi saat ini, sehingga potensi penurunan suku bunga masih belum pasti.
Dari dalam negeri, sidang Mahkamah Konstitusi (MK) akan berlanjut pada Jumat (05/04), dengan kedatangan menteri kabinet untuk pertama kalinya, yang akan menjadi saksi dan dimintai keterangan.
Adapun, empat menteri yang dipanggil MK, di antaranya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dipimpin sektor barang baku sebesar 2,93 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan yang masing- masing naik sebesar 1,15 persen dan 0,93 persen.
Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor energi yang minus 0,15 persen, diikuti sektor energi yang turun sebesar 0,12 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu VTNY, AREA, MBMA, MDKA dan SDPC. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KICI, SKRN, GZCO, NIKL dan BUAH.
Bava juga: Pasar Sambut Positif Penetapan Prabowo-Gibran sebagai Pemenang Pemilu, IHSG Menguat
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 953.545 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,72 miliar lembar saham senilai Rp11,69 triliun. Sebanyak 380 saham naik, 219 saham menurun dan 192 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 321,20 poin atau 0,81 persen ke 39.773,89, dan indeks Strait Times menguat 12,35 poin atau 0,38 persen ke 3.235,01. Sementara itu, indeks Hang Seng (Hong Kong) dan indeks Shanghai (China) libur memperingati Hari Festival Qingming.
Rupiah Menguat
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 27 poin atau 0,17 persen menjadi Rp15.893 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.920 per dolar AS.
“Aktivitas sektor jasa AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang telah meredakan kekhawatiran akan tindakan hawkish oleh Federal Reserve sehingga turut melemahkan kinerja mata uang dolar AS,” kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva seperti dilansir Antara.
Taufan menuturkan kinerja mata uang rupiah berpotensi menguat menjelang penutupan perdagangan pekan ini, karena kinerja mata uang dolar AS yang sedang menghadapi tantangan di sesi sebelumnya menyusul rilis data ekonomi beragam dari AS, yang menunjukkan perubahan ketenagakerjaan ADP lebih kuat tetapi angka PMI Jasa ISM lebih lemah.
Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS meningkat sebesar 184 ribu di bulan Maret, melampaui kenaikan pada Februari sebesar 155.000 dan melampaui konsensus pasar sebesar 148.000.
Sementara itu, IMP Jasa ISM AS turun menjadi 51,4 di bulan Maret dari 52,6 di bulan Februari, kurang dari perkiraan sebesar 52,7.
Selain itu, komentar Ketua bank sentral AS atau The Fed Jerome Powell tentang penurunan suku bunga turut menekan dolar AS.
Jerome menegaskan kembali kesiapan bank sentral AS untuk menurunkan suku bunga, meskipun dengan pendekatan yang bergantung pada data.
Selanjutnya, pernyataan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mendukung penurunan suku bunga pada kuartal terakhir tahun 2024, juga menarik perhatian yang signifikan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis meningkat ke level Rp15.907 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.923 per dolar AS./









































