JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (13/7) kembali ditutup menguat sebesar 2,00 poin ke posisi 6.810,21. Sementara indeks LQ45 turun 1,04 poin ke posisi 956,94.
Penguatan IHSG kali ini seiring dengan optimisme pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Fed akan cenderung melonggarkan kebijakan moneternya.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (13/7) menyebutkan, pada perdagangan hari ini IHSG bergerak variatif terpengaruh oleh tekanan aksi jual dan profit taking di tengah harapan ada ruang bagi The Fed melonggarkan kebijakan moneternya.
Dari mancanegara, pasar menyambut positif setelah Amerika Serikat (AS) melaporkan data inflasi periode Juni 2023 yang melambat menjadi 3 persen year on year (yoy), dari sebelumnya 4 persen (yoy).
Dengan data inflasi secara tahunan yang melambat tersebut, akan memberikan ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan mengakhiri siklus pengetatan kebijakan moneter atau segera mengakhiri kenaikan suku bunga acuan.
Namun demikian, pasar menilai The Fed masih memiliki ruang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Juli 2023 ini, sehingga pasar cenderung menanti sikap Bank Indonesia (BI) terkait dengan kebijakan moneternya.
Dibuka Menguat
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG cenderung betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat yaitu dipimpin sektor kesehatan sebesar 2,13 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor industri yang masing-masing meningkat 0,81 persen dan 0,22 persen.
Sedangkan, enam sektor terkoreksi yaitu sektor properti turun paling dalam minus 1,20 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun minus 1,01 persen dan 0,83 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SKRN, MKTR, SGER, BVIC dan BRMS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PADA, CFIN, HRTA, WIDI dan DILD.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.195.083 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,58 miliar lembar saham senilai Rp9,33 triliun. Sebanyak 264 saham naik, 277 saham menurun, dan 197 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 475,40 poin atau 1,49 persen ke 32.419,30, indeks Hang Seng menguat 489,67 poin atau 2,60 persen ke 19.350,61, indeks Shanghai menguat 40,35 poin atau 1,26 persen ke 3.236,48, dan indeks Strait Times menguat 64,72 poin atau 2,04 persen ke 3.240,08./









































