JAKARTA, Bisnistoday – Perdagangan saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11/5), memperlihatan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis. Sejumlah saham sektor energi ditengarai sebagai pemicu pelemahan pasar.
Pada akir sesi II, IHSG ditutup melemah 3,59 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.816,2. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,36 poin atau 0,43 persen ke posisi 1.025,44.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.442.905 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,98 miliar lembar saham senilai Rp17,96 triliun. Sebanyak 324 saham naik, 227 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.
“IHSG yang sempat rebound di sesi awal perdagangan, belum cukup kuat untuk masuk ke teritori positif meskipun rilis data consumer confidence yang mencerminkan optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depannya, naik ke posisi 113 atau di atas konsensus,” menurut keterangan Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta.
Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing di seluruh pasar sebesar Rp305,21 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah jual bersih Rp875,61 miliar.
Bank Indonesia telah merespons kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 bps dengan memberikan sinyal akan segera menaikkan suku bunga acuan apabila tekanan inflasi dianggap permanen dan akan melampaui sasaran BI. Hanya saja, besarannya bergantung dari faktor penyebab inflasi terutama inflasi inti.
Dibuka menguat, IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif namun terkoreksi jelang penutupan perdagangan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 2,71 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik masing-masing minus 0,58 persen dan minus 0,39 persen.
Sedangkan delapan sektor meningkat dimana sektor barang konsumen primer naik paling tinggi yaitu 3,08 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor barang konsumen non primer masing-masing 1,35 persen dan 1,31 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar diantaranya BELL, INPS, ESTA, SKBM, MTSM. Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya IDEA, MGLV, CMPP, INTD, ARTO./Ant



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















