JAKARTA, Bisnistoday – PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka pada Kuartal I tahun 2022, mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp. 4,28 triliun. Dibanding pencapaian tahun 2021, angka ini bertumbuh sebesar 50,79% secara year on year (yoy), yaitu sebesar 2,83 triliun.
“Pencapaian kinerja keuangan yang berhasil dicatat oleh PTPP di awal tahun cukup positif dimana perusahaan masih dapat mencatatkan pertumbuhan Pendapatan Usaha dan Laba Bersih di periode ini,” ujar Agus Purbianto selaku Direktur Keuangan & Manajemen Risiko merangkap Corporate SecretaryPTPP kepada media pada Selasa (10/5).
“Dengan perolehan kinerja tersebut menandakan bahwa perusahaan mulai bangkit dan bertumbuh di masa pandemic Covid-19. Selain itu, perusahaan masih optimistis dapat mencapai target perusahaan yang telah ditetapkan di tahun 2022,” tambah Agus Purbianto.
Selama kuartal I-2022, lanjut Agus, PTPP membukukan Laba Bersih juga tumbuh sebesar 13,42% secara yoy menjadi Rp 53 miliar dari semula Rp 47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Agus, perusahaan mencatatkan Beban Pokok Pendapatan PT PP dibukukan sebesar Rp3,73 triliun sehingga perusahaan mengantongi Laba Kotor secara konsolidasi sebesar Rp 544,47 miliar dengan marjin Laba Kotor sebesar 12,7%.
“Kenaikan Pendapatan Usaha perusahaan ditopang oleh hampir semua sektor bisnis PTPP yang mengalami pertumbuhan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan di Kuartal 1 tahun 2022 ini,” ujar Agus dalam keteranganya.
Dalam laporan keuangan ini tercatat sektor Konstruksi tumbuh sebesar 36%, EPC sebesar 26%, dan Properti sebesar 37%. Sedangkan kontribusi pertumbuhan Pendapatan Usaha PTPP sebesar Rp. 4,28 triliun berasal dari Induk Usaha sebesar 57% dan sisanya sebesar 43% berasal dari Anak Usaha (PP Presisi sebesar 17%, PP Semarang Demak sebesar 9%, PP Properti sebesar 8%, PP Urban sebesar 4%, dan Lainnya sebesar 5%).
Pada Kuartal I tahun 2022, Aset PTPP tercatat sebesar Rp. 56,60 triliun dengan Liabilitas mencapai Rp. 42,15 triliun sehingga Ekuitas perusahaan yang tercatat pada periode ini mencapai sebesar Rp. 14,45 triliun.
Di tahun 2022 ini, PTPP menargetkan penyerapan belanja modal sebesar Rp. 4,3 Triliun yang direncanakan akan digunakan untuk penyertaan investasi pada Anak Usaha Utama dan Non Utama, Entitas, Afiliasi, Investasi Baru dan Kebutuhan Aset Tetap./


