www.bisnistoday.co.id
Kamis , 3 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Imunisasi Penting Untuk Membentuk Kekebalan Komunitas
NASIONAL & POLITIK

Imunisasi Penting Untuk Membentuk Kekebalan Komunitas

Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Soedjatmiko saat acara dialog kesehatan memperingati Hari Imunisasi Dunia, yang jatuh pada Minggu keempat setiap Bulan April, di Jakarta, Jumat (30/1).Peringatan Hari Imunisasi Dunia ini dengan tema: “Ayo Imuniasai, Bersatu Sehatkan Negeri.”
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat untuk segera membekali anaknya dengan berbagai vaksin yang diperoleh secara gratis melalui pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing. Khususnya vaksin bagi anak-anak begitu penting agar tidak menimbulkan dampak buruk kesehatan bagi anak dan masyarakat sekitarnya. 

“Imuniasi peran penting masyarakat, untuk membentuk kekebalan komunitas, untuk melindungi kelompok lainnya, yang belum dapat imuniassai, karena itu perlu imuniasasi,’ ungkap  Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Prima Yosephine dalam dialog kesehatan memperingati Hari Imunisasi Dunia, yang jatuh pada Minggu keempat setiap Bulan April, di Jakarta, Jumat (30/1).Peringatan Hari Imunisasi Dunia ini dengan tema: “Ayo Imuniasai, Bersatu Sehatkan Negeri.”

Baca juga : Ketua DPD RI: Sistem Kesehatan Indonesia Masih Lemah

Prima mengatakan, imuniasi berperan penting untuk masyarakat karena membentuk kekebalan komunitas. Demikian juga imunisasi juga untuk melindungi kelompok atau komunitas masyarakat lainnya yang belum dapat imunisasi.“Seperti diketahui, masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Ini bisa menimbulkan penyakit-penyakit lainnya,” tuturnya.

Ia mengakui, sekarang ini begitu banyak informasi masuk yang tidak benar dan bahkan menimbulkan rumor kesehatan. Padahal kekebalan tubuh begitu penting, karena itu masyarakat harus mendapatkan informasi yang kredible. Enggan imunisasi juga karena pengetahuan terhadap kesehatan kurang, apa manfaatnya dan kerugian apabila tidak melakukannya.  

Prima juga mengakui, badai pandemic Covid-19 ini juga mendorong para orang tua menunda melakukan vaksin anaknya. Semua itu perlu pemahaman agar vaksin diberikan sesuai jadwal sehingga komunitas dapat terhindar dari kejadian luar biasa dimasa mendatang. “Kemenkes sudah menerbitkan Juknis, pelaksanaan imunisasi lengkap. kembali lagi dihimbau untuk melakukan imunisai ke pelayanan kesehatan setempat,” tuturnya. 

Pertemuan Tatap Muka

Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Soedjatmiko mengatakan, perilaku masyarakat terutama di sekolah-sekolah rentan terhadap penyebaran suatu penyakit. “Apalagi nanti Juli, sudah dimulai tatap muka. Masih rentan, terhadap penularan penyakit campak, rubella, cacar air, tipus dan lainnya.”

Menurutnya, sekolah harus menyediakan fasilitas kebersihan yang terjamin dengan pengawasan ketat. Para peserta didik harus dibekali pengetahuan dan terus diingatkan untuk sering mencuci tangan, masker, jaga jarak dan melengkapi dengan vaksin-vaksin yang dianjurkan. “Orang tua ditanya, apakah anaknya sudah divaksin, tentu jawabnya sudah lengkap. Padahal bisa saja, dari data yang ada bebeberapa belum dilakukan,” tuturnya. 

Soedjatmiko mengatakan, sepanjang tahun 2017-2018 banyak terjadi kejadian luar biasa (KLB). Tercatat KLB terjadi hampir merata sebanyak 33 provinsi di 144 Kabupaten secara nasional. Kejadian terhadap sekitar seribu orang, dengan kasus meninggal sekitar 50 orang. “Kasus ini terjadi pada 2/3 orang yang belum diimunisasi dengan umur 1-40 tahun. Bahkan ada yang sudah diimunisasi juga terkena,” ujarnya.   

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Jasra Putra menegaskan, melengkapi kekebalan tubuh kepada anak-anak merupakan bagian dari tugas orang tua untuk melindungi anaknya. Menurutnya, banyak masyarakat menyadari tetapi masih belum banyak yang melakukannya. “Mereka tahu mengasuh anak, tetapi mengasuh seperti apa belum paham,” terangnya. 

Menurutnya, perlindungan terhadap anak khususnya untuk mendapatkan kekebalan tubuhnya harus ditunjang berbagai strategi seperti terus membuka akses internet, supaya melek komunikasi, tambahan tenaga medis, serta gencarkan komunikasi kepada masyarakat dengan salah satunya menggandeng para tokoh setempat./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kanwil BPN Kalteng Evaluasi Kinerja Pertanahan Palangka Raya
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kanwil BPN Kalteng Evaluasi Kinerja Pertanahan Palangka Raya

PALANGKA RAYA, BisnisToday — Kanwil BPN Kalimantan Tengah memperkuat pengawasan kinerja pertanahan...

Ketua Umum Projo, Budi Arie (kiri) dan Ketua Umum Baramuda08, Rhesa Yoga.(dok:Ist)
NASIONAL & POLITIK

Budi Arie Akui Wacana Percepatan Pemilu Merupakan Analisis Pribadi

JAKARTA, Bisnistoday — Ketua Umum Rewan Jokowi Projo, Budi Arie Setiadi akhirnya buka...

UPI
NASIONAL & POLITIK

Serap Aspirasi UPI, DPR Dorong Pemerataan Guru dan Pembenahan Tata Kelola Pendidikan

BANDUNG, Bisnistoday -  Wakil Ketua DPR RI Prof. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag.,...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

SMP dan SMA Labschool Peringati Kemerdekaan dengan Ikuti Lari Lintas Juang

JAKARTA, Bisnistoday – SMP dan SMA Labschool di wilayah Jakarta menggelar Lari...