www.bisnistoday.co.id
Kamis , 27 Agustus 2026
Home GLOBAL Kawasan Global Indonesia dan Swiss Tandatangani Roadmap Kerja Sama Tripartit
Kawasan GlobalNasionalNASIONAL & POLITIK

Indonesia dan Swiss Tandatangani Roadmap Kerja Sama Tripartit

KERJA SAMA KETENAGAKERJAAN : Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, saat Penandatanganan berlangsung pada Pertemuan 2nd Joint Working Group Indonesia-Swiss on Labour and Employment Tripartite Dialogue, di Jakarta, Jumat (25/11).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Roadmap (peta jalan) Kerja Sama Tripartit dengan Pemerintah Swiss. Proses penandatanganan berlangsung pada Pertemuan 2nd Joint Working Group Indonesia-Swiss on Labour and Employment Tripartite Dialogue, di Jakarta, Jumat (25/11).

MoU antara Indonesia dan Swiss bertujuan untuk mempromosikan kerja sama tripartit antar kedua negara serta bertukar pandangan tentang persoalan ketenagakerjaan. MoU ini diimplementasikan melalui dialog sosial tenaga kerja para pimpinan dan pertemuan para ahli.

Pada pertemuan JWG ke-1, yang diadakan secara virtual pada Oktober 2020, menyoroti kepentingan bersama dan manfaat masa depan dari diskusi mendalam tentang topik seputar dialog sosial dan produktivitas.

Pada pertemuan JWG ke-2 ini kedua negara, Kemnaker dan SECO bersama-sama menandatangani roadmap untuk kolaborasi di tahun-tahun mendatang (2023-2024). Dalam penandatanganan ini, pihak Indonesia diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi, sedangkan pihak Swiss diwakili Direktur Bidang Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kementerian Sekretariat Swiss, Boris Zürcher.

Peta jalan akan memungkinkan untuk merencanakan kegiatan yang koheren dan efektif yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dan berkontribusi pada masa depan dalam semangat persahabatan. Peta jalan ini dapat berfungsi sebagai dasar untuk diskusi tentang topik seputar dialog sosial, produktivitas dan pekerjaan yang layak serta kerja sama pembangunan ekonomi.

Sekjen Anwar mengatakan, dari Roadmap antara Indonesia dengan Swiss, ada beberapa hal yang akan dikerjasamakan dalam bentuk pengembangan SDM Indonesia yang didominasi talenta-talenta muda serta tukar menukar informasi yang terkait kebijakan ketenagakerjaan.”Kita harus mencari terobosan untuk memperbaiki kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Sekjen Anwar menjelaskan, Roadmap ini merupakan inisiatif tripartit aktif dan kolaborasi potensial dari kedua negara yang mencakup  rencana kerja jangka pendek, menengah, dan agenda jangka panjang.

Digitalisasi Sistem Ketenagakerjaan

Sekjen Kemnaker menyebut, kerja sama di bawah mekanisme tripartit dapat dibangun dalam waktu dekat, seperti meningkatkan digitalisasi sistem pasar tenaga kerja serta pengakuan atas keterampilan dan perluasan kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk bersaing di pasar kerja eropa.

Selain itu, ia juga mengakui pentingnya kesepakatan Pertukaran Profesional Muda di bawah kerangka Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). 

“Saya mendorong agar kesepakatan tersebut dapat diimplementasikan dengan nyata, didukung oleh pelaku usaha dan pemangku kepentingan dari kedua negara,” ujarnya.”Itu menjadi prioritas penting yang saat ini sedang kita lakukan,” paparnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Korban Gempa di NTT, Meninggal 105 Orang

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak gempa...

APKLI MP
Nasional

Ali Mahsun Atmo Kembali Terpilih Pimpin APKLI Merah Putih Periode 2026-2031

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Usaha Kecil, Mikro dan Pedagang Kaki Lima Indonesia...

Nasional

Insan PLN Icon Plus Jambi Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

JAMBI, Bisnistoday - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik...

Nasional

Menteri PU Lapor Presiden: Konektivitas Jalan Nasional Flores Kembali Pulih

NAGEKEO, Bisnistoday– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan kepada Presiden Prabowo...