www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home GLOBAL Indonesia Usung Pentingnya Kemitraan Global dalam WTO Public Forum 22
GLOBAL

Indonesia Usung Pentingnya Kemitraan Global dalam WTO Public Forum 22

WTO PUBLIC FORUM : Indonesia mengusung pentingnya kemitraan global dalam ajang WTO Public Forum 22 di Jenewa, kemarin.
Social Media

JENEWA, Bisnistoday – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan kemitraan antarnegara menjadi kunci untuk menciptakan rantai nilai global (global chain value/GVC) yang lebih hijau. Kemitraan ini diyakini dapat mempermudah akses alat dan teknologi yang lebih canggih untuk memperkuat hasil. Selain itu, juga sinergi pemerintah dan swasta harus terus didorong untuk menghadapi tantangan multidimensi. 

Hal ini diungkapkan Wamendag Jerry saat menjadi panelis dalam WTO Public Forum 22 yang mengusung tema “Greening Global Value Chains”. Turut hadir Direktur Eksekutif CSIS Indonesia Jose Rizal Damuri.

“Kemitraan antarnegara menjadi kunci untuk menciptakan GVC yang lebih hijau. Pemerintah Indonesia sesuai dengan tema Kepresidenan G20 ‘Recover Together, Recover Stronger’ akan meningkatkan kemitraan menuju penghijauan rantai nilai global,” ujar Wamendag Jerry. 

Wamendag Jerry mengatakan, salah satu peran yang dapat dilakukan negara maju untuk mendukung negara berkembang bertransformasi menjadi ekonomi yang hijau, antara lain dengan memberikan dana, menyediakan teknologi, dan membantu pengembangan pendidikan dan pelatihan dengan menggandeng ilmuwan kedua negara. 

“GVC menjadi hal penting dan menjadi komitmen dari anggota G20. GVC memberikan banyak manfaat, khususnya bagi para pelaku usaha di berbagai lapisan untuk turut berpartisipasi di pasar global. Selain itu, juga memberikan kesempatan yang luas bagi para pelaku usaha untuk mengakses pengetahuan dan modal di luar ekonomi domestik,” kata Wamendag Jerry.

Menurut Wamendag Jerry, GVC dapat meningkatkan pertumbuhan yang inlusif dan berkelanjutan, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik, serta mengurangi kemiskinan. GVC menjadi sarana penting untuk meningkatkan partisipasi negara berkembang dalam perdagangan global. 

Selain itu, Wamendag Jerry juga mengungkapkan, perubahan iklim merupakan tantangan paling mendesak yang dihadapi manusia abad ke-21. “Perubahan iklim diperkirakan terus meningkat. Ini mau tidak mau memaksa kita untuk mengadopsi strategi dan kebijakan pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Sehingga, GVC yang lebih hijau sangat penting dan mendesak. GVC menjadi fokus setiap pengentasan perubahan iklim yang serius,” imbuh Wamendag Jerry. 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Petugas berusaha mencari korban banjir di Nepal. (cnsphoto/Reuters)
GLOBAL

Ribuan Korban Banjir di Nepal Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday - Sejak banjir bandang melanda lembah-lembah Himalaya di Nepal dan...

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS-Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur tudal Milik Iran di...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...