www.bisnistoday.co.id
Rabu , 28 Oktober 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Industri Mamin Mesti Percepat Tranformasi Digital
Sektor Riil

Industri Mamin Mesti Percepat Tranformasi Digital

Dirjen Putu
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah mempercepat kesiapan industri makanan dan minuman (mamin) bertranformasi ke era digital melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) yang telah diterapkan sejak 2018. Melalui INDI 4.0, bisa diketahui tingkat kesiapan industri untuk bertransformasi digital ke arah industri 4.0.

“Dari hasil self-assessment tersebut, skor rata-rata sektor industri makanan dan minuman adalah 2,26 atau menunjukkan tingkat kesiapan dari sedang hingga matang,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika dalam sambutannya pada kegiatan Self Assesment INDI 4.0 dan Launching Program Transformasi Industri 4.0 Sektor Industri Makanan dan Minuman Tahun 2024, di Jakarta, baru-baru ini.

Sejak INDI 4.0 diluncurkan, sebanyak 115 perusahaan perusahaan/pabrik di sektor industri makanan dan minuman telah melakukan Self-Assessment INDI 4.0. Dalam INDI 4.0, terdapat lima pilar yang diukur, yaitu manajemen dan organisasi, orang dan budaya, produk dan layanan, teknologi, dan operasi pabrik.

Skor rata-rata INDI industri mamin menunjukkan di atas nilai rata-rata kumulatif. Namun, nilai pilar teknologi masih di bawah rata-rata. “Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi Direktorat Jenderal Industri Agro untuk melakukan program restrukturisasi mesin/peralatan guna meningkatkan kesiapan teknologi dan mendukung transformasi Industri 4.0 di sektor industri mamin,” ucap Putu.

Ia menambahkan, perusahaan industri dapat menggunakan INDI 4.0 sebagai panduan untuk menentukan posisi perusahaan dalam Industri 4.0, merancang strategi masa depan, menghadapi tantangan transformasi, mengevaluasi efektivitas operasional, serta benchmarking dengan perusahaan sejenis. Selain itu, asesmen juga dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan industri terhadap konsep Industri 4.0, serta menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program Making Indonesia 4.0

“Di sisi lain, pemerintah dapat memanfaatkan INDI 4.0 untuk mengetahui komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan industri 4.0, menentukan kebijakan Industri 4.0 yang tepat sasaran, dan menentukan insentif bagi industri,” lanjutnya.

Sektor Agro Industri

Direktorat Jenderal Industri Agro telah mencapai beberapa milestone dalam implementasi Industri 4.0 di sektor industri mamin, termasuk penetapan enam perusahaan industri sebagai National Lighthouse Implementasi Industri 4.0, pemberian INDI 4.0 Awards kepada 20 perusahaan, Special INDI 4.0 Awards kepada empat Digital Transformation Manager, serta bimbingan teknis kepada 1.402 orang SDM industri dan SDM koperasi susu mitra Industri Pengolahan Susu.

“Pada tahun 2023, Indonesia menjadi Official Partner Country Hannover Messe di Jerman, acara internasional terkemuka dalam teknologi dan solusi industri. Keikutsertaan Indonesia dalam acara tersebut merupakan kesempatan untuk memperkenalkan inisiatif strategis Indonesia dalam industri 4.0 secara global. Industri makanan dan minuman dari Indonesia telah berhasil menampilkan transformasi, inovasi, dan keunggulan mereka kepada dunia dalam acara tersebut,” ujar Putu.

Lebih lanjut, Program Transformasi Industri 4.0 juga dilakukan melalui penyiapan SDM Transformasi Industri 4.0, mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Transformasi Industri 4.0 sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 331 Tahun 2020. Program ini berangkat dari pemahaman bahwa SDM industri yang terbuka terhadap perubahan akan lebih siap untuk bertransformasi ke Industri 4.0, sementara mereka yang antipati terhadap perubahan dapat menghambat proses implementasi Industri 4.0 di perusahaan.

“Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Transformasi Industri 4.0 melibatkan beberapa tahapan, yaitu Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), pendalaman dan penyusunan roadmap/pilot project, internalisasi pilot project dan roadmap kepada Board of Director (BoD), Pelaksanaan Sertifikasi, serta Pendampingan dan Verifikasi Nilai INDI 4.0,” katanya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pameran Fashion
Sektor Riil

Debut di Saudi Fashion & Tex Expo 2026, Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar

RIYADH, Bisnistoday.co.id – Produk fesyen dan tekstil Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi...

Toyota
Sektor Riil

Pemerintah Bahas Insentif Mobil Hybrid Untuk Diusulkan Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah tengah melakukan pembahasan teknis mengenai usulan insentif bagi...

Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri...

Sektor Riil

Incar Pusat Kuliner Utara Jakarta, The Pizza Company Buka di Mal Artha Gading

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- The Pizza Company membuka outlet keempatnya di Mal Artha Gading,...