JAKARTA, Bisnistoday- Memperingati satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menggelar Pameran Showcase Program Unggulan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran bertema “Satu Tahun Industrialisasi, Ekonomi Indonesia Tumbuh Tangguh”.
Pameran yang berlangsung pada 5–9 November 2025 di Main Atrium, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan, ini menampilkan lebih dari 50 pelaku industri binaan Kemenperin dari berbagai sektor strategis. Acara resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita pada Rabu (5/11/2025).
Dikutip dari video yang ditampilkan pada layar utama pameran, dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi industri nasional agar lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Momentum ini menunjukkan bahwa Indonesia siap menghadapi masa depan industri yang modern dan mandiri. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci menuju kemandirian ekonomi nasional,” ujar Agus.
Pameran ini dikemas dengan konsep futuristik dan digital interaktif, menampilkan simulasi 3D, layar sentuh interaktif, serta video capaian program pemerintah di setiap stan. Terdapat delapan zona tematik utama, yakni:
1. Zona Industri Makanan dan Minuman, berfokus pada inovasi berbahan baku berkelanjutan.
2. Zona Kimia dan Farmasi, menampilkan produk teknologi tinggi dan berdaya saing global.
3. Zona Tekstil dan Ekosistem, memperlihatkan integrasi dari hulu ke hilir.
4. Zona Alat Kesehatan, menampilkan produk lokal yang telah menembus pasar ekspor.
5. Zona Hilirisasi Industri, memamerkan hasil olahan berbasis sumber daya alam.
6. Zona Pelayanan Publik, menghadirkan layanan langsung bagi pelaku industri.
7. Zona Inovasi Teknologi Industri, memperkenalkan manufaktur digital.
8. Zona Insentif Industri, berisi informasi program strategis dan kebijakan Kemenperin.
Selain zona tematik, pameran ini juga memiliki area interaktif dan area kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM). Dalam satu tahun terakhir, IPNM mencatat pertumbuhan sebesar 5,58 persen pada triwulan III 2025, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen.
Pantauan Bisnistoday pada Sabtu (7/11/2025), suasana pameran di Gandaria City terpantau ramai. Ratusan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga profesional muda, memadati area utama untuk melihat langsung inovasi industri nasional.
Nabila Rahma (21), mahasiswi jurusan Manajemen dari Jakarta, mengaku kagum dengan tampilan digital pameran ini.
“Awalnya saya kira cuma pamer produk, ternyata banyak teknologi interaktif. Saya jadi tahu kalau industri Indonesia sudah berkembang pesat dan inovatif,” ungkap Nabila.
Salah satu stan yang mencuri perhatian adalah Run System Accounting+, produk perangkat lunak akuntansi berbasis cloud karya anak bangsa. Produk ini dikembangkan untuk membantu pelaku usaha mengelola laporan keuangan secara efisien dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Tommy Nurwantoro, perwakilan dari Run System Accounting+, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini menjadi sarana untuk memperkenalkan produk digital buatan lokal ke khalayak luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa software akuntansi buatan Indonesia bisa bersaing dengan produk luar negeri. Sistem kami sudah digunakan berbagai perusahaan dan UMKM di 131 perusahaan dan UMKM. Sebelum menjalankan sistem biasanya kami bekali terlebih dahulu dengan pengetahuan supaya para perusahaan dan UMKM dapat menjalankan sistem yang kita miliki,” ujarnya.
Menurutnya, ajang ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas jaringan industri dan memperkuat kepercayaan publik terhadap produk teknologi buatan dalam negeri.
Koordinator Panitia Pameran, Laras Widyasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap inovasi pelaku industri nasional sekaligus dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden.
“Pameran ini bukan ajang transaksi, tapi ruang edukasi dan kolaborasi. Kami ingin publik melihat langsung hasil nyata pembinaan industri oleh Kemenperin,” ujar Laras.
Ia menambahkan, kehadiran masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa sektor industri Indonesia mendapat perhatian positif dari publik.
Melalui pameran ini, Kemenperin mempertegas komitmennya dalam memperkuat struktur industri nasional melalui reformasi kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), transformasi digital industri 4.0, hingga Kredit Industri Padat Karya (KIPK) dan insentif Carbon Capture Utilization (CCU).
Kegiatan ini menjadi bukti konkret arah pembangunan industri nasional menuju kemandirian, inovasi, dan keberlanjutan yang sejalan dengan semangat “Satu Tahun Industrialisasi, Ekonomi Indonesia Tumbuh Tangguh.” (E2-Khaylila Safitri).










































