www.bisnistoday.co.id
Jumat , 25 September 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Investasi Emas, Wujud Kepedulian Aset Lindung Nilai Jangka Panjang
Sektor Riil

Investasi Emas, Wujud Kepedulian Aset Lindung Nilai Jangka Panjang

Dealer Emasa pemerkan produk emas.
PERHIASAN Emas./
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Penurunan harga emas dunia dalam beberapa pekan terakhir sempat memicu kekhawatiran akan daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Hanya saja, pelaku industri menegaskan kembali bahwa koreksi harga adalah bagian wajar dari dinamika pasar, tanpa mengurangi investasi emas sebagai strategi aset keuangan jangka panjang.

“Fluktuasi harga dalam jangka pendek adalah hal yang lumrah dan tidak perlu menjadi kekhawatiran akan nilai emas sebagai aset tabungan. Menyimpan emas adalah langkah strategis dan sudah terbukti dapat membangun ketahanan finansial dalam jangka panjang. Jadi memang sifatnya bukan untuk mencari keuntungan sesaat,” ujar Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi, Tbk di Jakarta, Jumat (23/5).

Secara historis, harga emas menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data harga emas dari World Gold Council, dari tahun 2021 ke 2022, harga emas naik sebesar 9,28% secara tahunan (YoY), disusul pertumbuhan 12,45% pada periode 2022 ke 2023. Secara rata-rata, harga emas mengalami pertumbuhan stabil sekitar 10% per tahun selama 2021 hingga 2023, ditopang oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan naiknya suku bunga global yang berdampak pada pola permintaan.

Makin Diburu Investor

Memasuki akhir 2024, lanjut Sandra, harga emas mencatat lonjakan signifikan sebesar 34,63% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini bahkan terus menguat hingga kuartal pertama 2025, dengan kenaikan tajam sebesar 45,07% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Hingga Maret 2025, atau secara year-to-date (YTD), harga emas telah naik sekitar 16%. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi, kekhawatiran inflasi, dan ketegangan geopolitik global.

Laporan tahunan PT Hartadinata Abadi Tbk juga menunjukkan bahwa ketertarikan masyarakat terhadap emas terus meningkat, terutama sebagai bentuk tabungan keluarga dan aset yang mudah dicairkan. Hal ini diperkuat oleh makin luasnya akses pembelian emas baik melalui toko offline dan platform digital.

“Emas adalah aset nyata yang tahan inflasi dan mudah dicairkan kapan pun dibutuhkan. Dalam konteks rumah tangga, menyimpan emas adalah bentuk perlindungan jangka panjang terhadap ketidakpastian ekonomi,” tambah Sandra.

Meskipun saat ini pasar mengalami koreksi, tren jangka panjang tetap menunjukkan bahwa emas adalah investasi yang andal. Dengan rekam jejak yang kuat, daya tahan terhadap inflasi, dan permintaan ritel yang terus tumbuh, emas tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menjaga stabilitas dan ketahanan finansial di masa depan.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...

Usaha Mikro
Sektor Riil

Kisah Ketekunan Usaha Mikro Asal Klaten Membangun Bisnis Hingga Menembus Pasar Global

KLATEN, Bisnistoday - Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan...

Dr Nicolaas Warouw (kiri) dan Dr Andi Achdian seusai acara diskusi di Universitas Nasional, Rabu (26/8/2026) (foto: Adi)
Sektor Riil

Mencari Bentuk Baru Solidaritas Kelas Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan dunia kerja menghadirkan persoalan baru bagi politik kelas...

Peserta Roundtable Discussion “Mewujudkan Aksi Kolaborasi Ekonomi Sirkular dalam Rantai Nilai TPT. (dok:Ist)
Sektor Riil

Percepat Ekonomi Sirkular, Pelaku Rantai Nilai Tekstil Dorong Kolaborasi

JAKARTA, Bisnistoday – Para pelaku industru tekstil yang tergabung dalam Indonesia Business...