JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (10/8) ditutup melemah 39,05 poin ke posisi 6.088,41. Sementara Indeks LQ45 naik 0,58 poin ke posisi 832,33.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (10/8) menyebutkan, dari dalam negeri, pergerakan pasar saham diselimuti ekspektasi yang menurun terhadap pemulihan ekonomi di kuartal III 2021. Hal ini juga diikuti oleh menurunnya keyakinan konsumen yang melemah dan berada jauh dari level sebelumnya.
Pelaku pasar juga mencermati upaya pemerintah dalam penanganan pandemi. Melandainya jumlah kasus harian sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level 4 diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan pelaku pasar terhadap penanganan pandemi, sehingga pemulihan dari ekonomi dapat terakselerasi lebih cepat seiring dengan progres dari vaksinasi nasional.
Pelaku pasar di Asia hari ini merespons penurunan yang terjadi pada harga minyak dalam satu pekan terakhir. Tingginya biaya energi menjadi kekhawatiran dari pelaku pasar yang dinilai dapat berdampak pada naiknya biaya bahan baku sehingga dapat memicu inflasi lebih cepat.
Dibuka menguat, IHSG tak lama terkoreksi dan terus bertahan di zona merah baik pada sesi pertama maupun sesi kedua perdagangan saham hingga akhirnya ditutup melemah.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 3,51 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1,14 persen dan minus 1,13 persen.
Sedangkan empat sektor meningkat dengan sektor barang konsumen nonprimer naik paling tinggi yaitu 1 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor perindustrian masing-masing 0,87 persen dan 0,72 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp13,4 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.435.593 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,92 miliar lembar saham senilai Rp12,67 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 308 saham menurun, dan 149 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 68,11 poin atau 0,24 persen ke 27.888,15, Indeks Hang Seng naik 322,22 poin atau 1,23 persen ke 26.605,62, dan Indeks Shanghai meningkat 28,6 poin atau 0,9 persen ke 3.205,78.
Rupiah Melemah
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup terkoreksi 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.383 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.363 per dolar AS.
“Sejauh ini pergerakan rupiah masih sama sentimen pelemahannya yaitu isu tapering dan CovidO-19,” kata Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra seperti dikutif Antara.
Isu pengetatan stimulus atau tapering yang digulirkan pekan lalu oleh Wakil Gubernur Federal Reserve (Fed) Richard Clarida masih berlanjut pada pekan ini karena isu tersebut mendapatkan dukungan dari membaiknya data tenaga kerja AS versi pemerintah yang dirilis pada Jumat (6/9) malam pekan lalu.
Semalam Presiden The Fed cabang Boston Eric Rosengren juga mengungkapkan tapering berpeluang dimulai akhir tahun ini.
“Isu tapering yang mengurangi likuiditas dolar AS di pasar, mendorong penguatan dolar AS,” ujar Ariston.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.375 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.375 per dolar AS hingga Rp14.401 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.397 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.378 per dolar AS./


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)



















