www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Investor Lakukan Aksi Ambil Untung, IHSG Ditutup Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Lakukan Aksi Ambil Untung, IHSG Ditutup Melemah

IHSG TERKOREKSI: Setelah mengalami kenaikan tajam pada perdagangan Senin (7/2), pada perdagangan Selasa (8/2) IHSG ditutup melemah akibat aksi ambil untung atau profit taking oleh para investor
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Setelah mengalami kenaikan tajam pada perdagangan Senin (7/2), pada perdagangan Selasa (8/2) IHSG ditutup melemah akibat aksi ambil untung atau profit taking oleh para investor.

“Aksi ambil untung yang dialkukan investor setelah IHSG sempat menyentuh all time high menjadi sentimen negatif bagi IHSG hari ini,” tulis Tim Riset Indoprier Sekuritas dalam kajiannya, Selasa (8/2).

IHSG ditutup melemah 15,42 poin ke posisi 6.789,52. Sementara Indeks LQ45 turun 2,6 poin ke posisi 962,01.

IHSG hari ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) kembali di level 6.860,75.

Katalis negatif lainnya bagi IHSG yaitu terkoreksinya indeks di bursa Wall Street yang dipicu oleh aksi jual investor. Sedangkan katalis positif di bursa hari ini yaitu solidnya laporan keuangan emiten dan kinerja Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV 2021 yang lebih baik dari ekspektasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2021 tumbuh 1,06 persen (qtq) dan jika bandingkan dengan triwulan IV-2020 tumbuh 5,02 persen (yoy).

Dengan demikian, perekonomian Indonesia secara kumulatif sepanjang 2021 berhasil tumbuh positif mencapai 3,69 persen atau lebih baik dibandingkan 2020 yang mengalami kontraksi 2,07 persen.

Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau namun melemah satu jam jelang penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mayoritas berada di teritori negatif hingga akhirnya ditutup di zona merah.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor kesehatan turun paling dalam yaitu minus 2,42 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1,22 persen dan minus 1,08 persen. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor keuangan dan sektor teknologi masing-masing sebesar 0,74 persen dan 0,52 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing di seluruh pasar sebesar Rp1,54 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp1,29 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.691.435 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,96 miliar lembar saham senilai Rp14,79 triliun. Sebanyak 261 saham naik, 268 saham menurun, dan 152 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 35,65 poin atau 0,13 persen ke 27.284,52, indeks Hang Seng turun 250,06 poin atau 1,02 persen ke 24.329,49, dan Straits Times meningkat 35,26 poin atau 1,05 persen ke 3.401,74.

Rupiah Melemah

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 6 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.399 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.393 per dolar AS.

“Penguatan dolar AS nampak stabil setelah data tenaga kerja AS di akhir pekan lalu dirilis di atas ekspektasi pasar, menopang program pengetatan The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya.

Data ketenagakerjaan nonpertanian atau non-farm payroll (NFP) AS mencapai 467.000 pekerjaan pada Januari 2022, jauh di atas ekspektasi 125.000 pekerjaan.

Data tersebut dinilai sebagai pendukung pemulihan dan daya beli masyarakat di AS, sehingga dapat mendukung program pengetatan moneter bank sentral AS dan mendorong rencana kenaikan suku bunga acuan yang lebih cepat.

Sementara itu, Presiden European Central Bank (ECB), Christine Lagarde semalam menyebutkan pada pidato pertanggungjawaban di hadapan parlemen Eropa bahwa masih belum perlu melakukan pengetatan secara besar-besaran seiring pertumbuhan inflasi di Zona Euro masih akan stabil di dalam target ECB sebesar 2 persen.

Sebelumnya Lagarde pada pekan lalu menyatakan bahwa ECB dapat menaikkan tingkat suku bunga acuan pada tahun ini.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.389 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.374 per dolar AS hingga Rp14.411 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.385 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.404 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...