www.bisnistoday.co.id
Selasa , 19 Mei 2026
Home EKONOMI Jahe Jabar Penuhi Persyaratan Ekspor Pasar Pakistan
EKONOMI

Jahe Jabar Penuhi Persyaratan Ekspor Pasar Pakistan

Petugas Karantina Tanjung Priok sedang memeriksa komoditas jahe yang akan diekspor ke Pakistan, kemarin.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tanjung Priok telah melakukan sertifikasi sepuluh (10) ton jahe asal Jawa Barat (Jabar)  kembali penuhi pasar ekspor di Pakistan.Pejabat Karantina Pertanian Tanjung Priok telah memastikan komoditas yang bernama ilmiah Zingiber officinale ini dalam keadaan sehat sebelum diberangkatkan. 

“Kami telah melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan sehingga dapat dipastikan jahe tersebut bebas infestasi dan kontaminasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) serta telah memenuhi persyaratan fitosanitari otoritas karantina pertanian Pakistan,” ujar Hasrul, Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok melalui keterangan tertulisnya, Rabu (9/6).

Baca juga : Balai Karantina Tanjung Priok Siapkan Empat Terobosan Baru

Menurut Hasrul, dari data pada sistem perkarantinaan,  Indonesian Quarantine Full Automation System (IQFAST) Karantina Tanjung Priok menunjukkan di tahun 2020 pihaknya telah memfasilitasi ekspor. Tercatat sebanyak 21 kali ke berbagai negara seperti Asia, Amerika dan Eropa dengan total volume sebanyak 42,5 ton dan nilai ekonomi mencapai Rp2,3 miliar.

Sementara hingga pertengahan tahun 2021, Karantina Pertanian Tanjung Priok telah memastikan kesehatan 10,2 ton produk jahe yang diekspor dalam tujuh kali pengiriman ekspor dengan capaian nilai ekonomi sebesar 323 juta rupiah. 

Hasrul mengatakan, komoditas rempah ini berasal dari sepuluh daerah di tanah air selain dari Jabar,  daerah sentra komoditas ini berada di pulau Sumatera dan Sulawesi. 

Dorong Ekspor Pertanian 

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang menyebutkan pihaknya terus mendorong upaya peningkatan ekspor pertanian yang menjadi tugas strategisnya.

“Selain mengakselerasi fasilitasi ekspor, kami pun melakukan sinergistas dengan entitas terkait. Untuk ekspor tidak boleh lambat, dan tentunya harus memenuhi persyaratan negara tujuan agar tinggi keberterimaannya,” kata Bambang.

Dengan program gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian atau Gratieks yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red), Barantan selaku koordinator tim gugus tugas fokus pada pencapaian target yang telah ditetapkan. 

Baca juga : Pupuk Bersubsidi Bukan Tanggungjawab Kementerian Pertanian Saja

​Sebagai catatan, dari rilis data BPS untuk kinerja ekspor sektor pertanian kumulatif selama Januari – April tahun 2021 menunjukan angka peningkatan sebesar 15,75 persen dibandingkan periode sama di tahun 2020 atau (YoY).

“Komitmen seluruh pemangku kepentingan menjadi modal dalam pencapaian positif ini. Bersama kita kawal agar sektor pertanian mampu menjadi bagian dari pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung,” tutur Bambang./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

David Beckham dan istrinya Victoria (dok: Instagram)
EKONOMISport & Health

David Beckham Jadi Atlet Miliarder Pertama Inggris

JAKARTA, Bisnistoday - Mantan bintang sepak bola Manchester United dan Timnas  Inggris,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Presiden Sebut KDKMP Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

NGANJUK, Bisnistoday - Presiden Prabowo meresmikan operasionalisasi 1061 Koperasi Desa/Merah Putih (KDKMP)...

Demontrasi Menolak Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Perang (dok: Unsplash/kuczmarski
EKONOMIGLOBALIndepth

Waspadai Tirani Teknologi dan Munculnya Kolonialisme Baru

JAKARTA, Bisnistoday -  Pada September 2024, masyarakat dunia terkejut dengan meledaknya ribuan...

Astra Women Network 2026 bertema “Women Empowered: From Empowerment to Impact.” (dok: Astra)
EKONOMIHumaniora

Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata

JAKARTA, Bisnistoday - Astra terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang...