www.bisnistoday.co.id
Rabu , 4 November 2026
Home GLOBAL Joe Bidden : Invasi Timbulkan Kematian dan Kehancuran Yang Tidak Perlu
GLOBAL

Joe Bidden : Invasi Timbulkan Kematian dan Kehancuran Yang Tidak Perlu

KONFLIK RUSIA UKRAINA : Barian tetara Rusia dalam suatu kegiatan keamanan, belum lama ini. Presiden Joe Bidden meminta Rusia untuk mengurunkan invasi militer ke Ukraina.
Social Media

WASHINGTON, Bisnistoday – Presiden AS, Joe Bidden telah berbicara lantang tentang akibat yang ditimbulkan oleh Moskow sekaligus kemarahan internasional terhadap tindakan Rusia apabila terjadi perang dengan Ukraina. Presiden Joe Biden sangat berharap Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengurungkan perang dengan Ukraina pada Selasa (15/2).

Biden mengutarakan dengan terang bakal terjadinya “kematian dan kehancuran yang tidak perlu” yang dapat ditimbulkan Moskow dan kemarahan internasional yang akan dihadapi Putin.Dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional, Biden mengatakan Amerika Serikat memperkirakan bahwa 150.000 tentara Rusia sekarang mengepung Ukraina.

Biden mengakui dan menyambut baik laporan yang menyatakan beberapa pasukan telah ditarik, hanya saja laporan tersebut belun dapat diverifikasi kebenaranya dan invasi bisa saja sangat mungkin terjadi.

Langkah diplomasi, tegas Joe Bidden, tetap disambut baik, namun apabila Rusia menginvasi Ukraina, maka Amerika Serikat dan sekutunya siap untuk merespon sebagai hukuman untuk mengantisipasi dampak yang menimbulkan kerugian ekonomi dan isolasi global, katanya.

Berita Terkait : Australia Evakuasi Dubesnya di Kiev-Rusia

Sebagian besar pernyataan Biden ditujukan langsung pada Putin, yang menuntut agar NATO tidak menerima Ukraina sebagai anggota dan menghentikan ekspansi Rusia lebih lanjut ke arah timur.

“Amerika Serikat dan NATO bukanlah ancaman bagi Rusia. Ukraina tidak mengancam Rusia. Baik AS maupun NATO tidak memiliki rudal di Ukraina. Kami tidak, tidak memiliki rencana untuk menempatkan rudal-rudal itu di sana juga. Kami tidak menargetkan orang-orang Rusia. Kami tidak berusaha untuk mengacaukan Rusia,” kata Biden.

Presiden Amerika itu juga mengimbau langsung kepada warga Rusia. “Untuk warga Rusia: Anda bukan musuh kami, dan saya tidak yakin Anda menginginkan perang berdarah yang merusak melawan Ukraina,” kata Biden.

Joe juga mengutarakan seberapa besar biaya yang timbul karena manusia dan dampak strategis sangat besar untuk Rusia jika menyerang, katanya. “Dunia tidak akan lupa bahwa Rusia memilih kematian dan kehancuran yang tidak perlu,” kata Biden.

Biden mengatakan, Amerika Serikat tidak mencari konfrontasi langsung dengan Rusia dan sebaliknya tentara Amerika tidak akan berperang di Ukraina. Namun, dia mengatakan jika Rusia akan menyerang warga Amerika di Ukraina, “kami akan merespons dengan tegas.”

Dia memperingatkan bahwa invasi Rusia akan menimbulkan konsekuensi dalam negeri, dan termasuk konsekuensi biaya energi.

Kesatuan NATO

Biden berbicara dengan Putin pada Sabtu dan dengan Presiden Ukraina Volodomyr Zelenskiy pada Minggu, dan telah berulang kali memperingatkan biaya yang mahal untuk Moskow, termasuk sanksi terhadap bisnis dan oligarki Rusia.

Meski begitu, Joe mengaku telah menyusun peta jalan untuk resolusi damai, termasuk pembicaraan tentang penyebaran rudal dan latihan militer untuk mencoba mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.

“Amerika Serikat telah mengusulkan ide-ide konkret untuk membangun lingkungan keamanan di Eropa. Kami mengusulkan langkah-langkah pengendalian senjata baru, langkah-langkah transparansi baru, langkah-langkah stabilitas strategis baru, yang berlaku sama untuk NATO dan Rusia,” katanya pada Selasa.

Dalam pidatonya, Biden mengatakan Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya siap tehadap segala kemungkinan yang terjadi dan bahwa Rusia akan membayar harga ekonomi yang mahal jika Moskow melancarkan invasi.

“Kami siap untuk menanggapi dengan tegas serangan Rusia di Ukraina, yang masih sangat mungkin terjadi,” kata Biden, seraya menambahkan bahwa NATO bersatu dan bertekad seperti sebelumnya.

Untuk itu, Biden memberi peringatan bagi Rusia untuk tidak terlibat dalam serangan siber.
“Jika Rusia menyerang Amerika Serikat atau sekutu kami melalui cara sepihak seperti serangan siber yang mengganggu terhadap perusahaan kami atau infrastruktur penting, kami siap untuk merespon,” katanya.

“Laporan bahwa Rusia telah menarik beberapa unit militer akan baik tetapi kami belum memverifikasinya,” katanya.

“Memang, analis kami menunjukkan bahwa mereka tetap berada dalam posisi yang sangat mengancam,” katanya, terkait adanya sumber yang menyatakan lebih dari 150.000 tentara mengepung Ukraina dan Belarusia dan di sepanjang perbatasan Ukraina. “Invasi tetap mungkin terjadi,” ucap Biden./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Geoffrey Hinton (dok: University of Toronto)
GLOBALOtomotif & Tekno

Peraih Nobel Geoffrey Hinton Sebut Dunia akan Lebih Baik Tanpa AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Serangan siber yang melumpuhkan sejumlah supermarket di Prancis, baru-baru...

Petugas kepolisian berjaga saat api berkobar di Paris pada Minggu malam. Foto: Abdul Saboor/Reuters
GLOBAL

Macron Kecam Aksi Kerusuhan, Mendagri Prancis Dituntut Mundur

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Bentrokan yang berujung kericuhan dan penjarahan mewarnai aksi unjuk...

Para ilmuwan mendeteksi semburan tersebut menggunakan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan dan kemudian mengidentifikasi galaksi induknya menggunakan teleskop antariksa James Webb milik NASA. Foto: Brendon Wainwright/Wikipedia.
GLOBALHumaniora

Ilmuwan Deteksi Semburan Energi dari Galaksi yang Sangat Jauh

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Dahulu kala di galaksi yang sangat jauh, sebuah kilatan...

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...