JAKARTA, Bisnistoday- Kekhawatiran pelaku pasar terhadap virus Covid-19 varian Omicron mulai mereda. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (23/12) ditutup menguat 25,96 poin ke posisi 6.555,55, sementara indeks LQ-45 turun tipis 5,51 poin ke posisi 932,44.
Tim riset Ajaib Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, penguatan indeks utama bursa Wall Street seiring meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap Omicron dan menguatnya mayorutas komogitas seperti batu bara, emas, CPO dan Timah serta aksi beli oleh investor asing menjadi sentimen positif.
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap keparahan varian Omicron yang melanda dunia tampak telah berkurang. sebuah penelitian di Afrika Selatan menyatakan pengurangan risiko rawat inap dan penyakit parah pada orang yang terinfeksi varian Omicron versus Delta. Kendati demikian pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan tegas.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 0,88 persen, diikuti sektor properti dan real estat dan sektor kesehatan masing-masing turun 0,54 persen dan 0,25 persen.
Sedangkan tujuh sektor meningkat dengan sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 1,14 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer dan sektor barang baku masing-masing naik 1,03 persen dan 0,68 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp50,08 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp132,21 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.312.386 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,38 miliar lembar saham senilai Rp11,77 triliun. Sebanyak 207 saham naik, 307 saham menurun, dan 159 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 236,16 poin atau 0,83 persen ke 28.798,37, Indeks Hang Seng naik 91,31 poin atau 0,4 persen ke 23.193,64, dan Indeks Straits Times meningkat 5,55 atau 0,18 persen ke 3.093,06.
Rupiah Pun Menguat
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 57 poin atau 0,4 persen ke posisi Rp14.233 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.290 per dolar AS.
“Dolar AS melemah karena investor yang mengadopsi sikap yang lebih optimistis terhadap outlook ekonomi, meskipun menyebarnya virus varian Omicron,” kata Analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya.
Pelaku pasar terlihat optimistis dalam melihat outlook ekonomi global setelah perilisan data tingkat keyakinan konsumen AS hasilnya lebih baik dari perkiraan pada Desember.
Data tersebut menunjukkan ekonomi akan terus berekspansi pada 2022, meskipun ada lonjakan kasus C0vid-19 dan berkurangnya stimulus moneter.
Selain itu pelaku pasar juga mendapatkan kabar positif dari hasil penelitian di Afrika Selatan, yang menunjukkan penurunan risiko rawat inap dan penyakit parah pada orang-orang yang terinfeksi Omicron dibandingkan dengan varian Delta./




































