www.bisnistoday.co.id
Selasa , 13 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Kembangkan Sistem Smart Grid, PLN Timba Ilmu Hingga ke Negeri China
BURSA & KORPORASIKorporasi

Kembangkan Sistem Smart Grid, PLN Timba Ilmu Hingga ke Negeri China

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (dua dari kanan) melakukan studi lapangan ke proyek Smart Grid dan High Voltage Direct Current (HVDC) di Zhangbei, China
Social Media

ZHANGBEI, Bisnistoday  – PT PLN (Persero) melakukan studi lapangan ke proyek Smart Grid dan High Voltage Direct Current (HVDC) di Zhangbei, China, dalam rangka penjajakan pengembangan sistem smart grid terintegrasi di tanah air. Studi ini diharapkan menjadi langkah awal PLN membangun sistem interkoneksi antarpulau untuk pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dalam skala besar.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memaparkan untuk membangun sistem interkoneksi antarpulau yang andal, Indonesia membutuhkan digitalisasi jaringan listrik dan pembangunan smart grid. Melalui benchmarking ini PLN ingin melihat secara langsung operasionalisasi sistem smart grid yang terintegrasi dengan pembangkit angin, panel surya, battery storage, serta sistem HVDC dalam skala besar.

“PLN mengambil langkah agresif untuk pengembangan jaringan smart grid di tanah air. Dari studi ini harapannya PLN dapat segera mengaplikasikan teknologi smart grid agar lebih optimal dalam menghadapi dinamika beban listrik dari sumber EBT yang beragam,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Rabu (24/5).

Pengembangan Teknologi HVDC

Lebih khusus Darmawan menekankan pentingnya pengembangan teknologi HVDC yang dapat menghubungkan berbagai sumber EBT dan tersebar jauh dari pusat demand listrik. PLN menargetkan pengembangan teknologi ini dapat menghubungkan berbagai sumber EBT dari banyak pulau bisa disalurkan dengan stabil dengan losses yang minimum.

“Pengembangan teknologi HVDC adalah salah satu kunci utama transisi energi di Indonesia. Karena kita memiliki banyak sekali potensi EBT yang tersebar di banyak tempat. Dengan teknologi ini, kendala tersebut bisa diatasi,” tegas Darmawan.

Proyek Smart Grid dan High Voltage Direct Current di Zhangbei memiliki pembangkit angin berdaya 450 megawatt (MW), panel surya berdaya 100 MW dan dilengkapi sistem penyimpanan baterai sebesar 20 MW yang terdiri dari baterai tipe Lithium, Flow, Sodium-Sulphur, Lead-Acid, Supercapacitor, and Compression of Liquid air. Sedangkan total kapasitasnya sebesar 2×3.000 dan 2×1.500 MW.

PLN melakukan kunjungan kerja ke China untuk menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan teknologi di China. Langkah ini juga sekaligus untuk mempercepat pengembangan EBT di Indonesia, memperkuat jaringan transmisi sistem kelistrikan serta mengakselerasi program transisi energi./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Hutama Karya
Korporasi

Insan Muda Hutama Karya Raih “Best Speaker” Lewat Inovasi “Lean Construction”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- PT Hutama Karya (Persero) mendorong efisiensi dan inovasi industri konstruksi...

Hutama Karya
Korporasi

Tingkatkan Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

YOGYAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memperkuat sinergi dengan...

EKONOMIKorporasi

BRI Life Dorong Perlindungan Jiwa untuk Perencanaan Keuangan melalui Aurora Plus

JAKARTA, Bisnistoday - BRI Life mendorong pentingnya perlindungan jiwa dalam perencanaan keuangan...

Bappebti
Korporasi

Patuh Regulasi dan Beri Layanan Baik, Didimax Raih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Badan Pengawas...