www.bisnistoday.co.id
Senin , 9 Februari 2026
Home EKONOMI Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang di kabupaten Halmahera Timur
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang di kabupaten Halmahera Timur

Social Media

HALMAHERA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum mengoptimalkan layanan irigasi guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan. Dukungan infrastruktur salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara melaui Rehabilitasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang sepanjang 5,7 kilometer (km).

Menteri PU Dody Hanggodo berharap dengan adanya rehabilitasi jaringan irigasi ini, ketersediaan air untuk mengairi sawah dapat lebih terjamin, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanam padi.

“Kementerian PU memastikan air yang ada di bendungan, bendung dan sungai bisa mengalir ke sawah-sawah terjauh. Kami melakukan rehabilitasi daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota karena sudah ada Inpres Irigasi No 2 Tahun 2025 yang memungkinkan kami mengerjakan irigasi kewenangan non Pemerintah Pusat,” Jelas Menteri Dody dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku Utara, kemarirn.

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Akedaga  DI Akedaga-Tutiling-Meja dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara sejak Maret 2025 meliputi perbaikan bangunan bagi dan sadap, serta saluran pembawa sekunder sepanjang 1,4 km. Optimalisasi DI Akedaga berkonsep pada perencanaan sistem jaringan irigasi teknis. Air irigasi dipasok dari bendung Akedaga yang memanfaatkan aliran Sungai Dodoga.

Sementara untuk rehabilitasi Jaringan Irigasi Opiyang DI Opiyang-Mancalele meliputi perbaikan bangunan kantong lumpur, bangunan sadap, saluran pembawa primer dan sekunder sepanjang 4,3 km. Seluruh pekerjaan konstruksi rehabilitasi jaringan irigasi akedaga dan opiyang saat ini telah mencapai 70% dan akan rampung pada Desember 2025.

Kepala BWS Maluku Utara M. Saleh Talib mengatakan selama proses konstruksi, air irigasi ke sawah petani tetap mengalir menggunakan saluran pengelak dan pompanisasi. Rehabilitasi jaringan irigasi diperlukan untuk menjaga saluran irigasi berfungsi optimal.

“Diharapkan dengan ketersediaan air yang cukup, produktivitas pertanian tanam padi dapat meningkat dan mampu mewujudkan swasembada pangan” kata M. Saleh Talib.

Sutarno, petani sekaligus Kepala Desa Toboino mengatakan mengatakan adanya sistem irigasi DI Akedaga membantu kelancaran dan kecukupan air bagi sawah petani sehingga konflik perebutan air tidak terjadi. “Untuk ketersediaan air, kami cukup. Dalam sekali panen kami bisa menghasilkan 3 ton per hektare.” jelasnya.

Petani Desa Sidomulyo, Supandi yang sawahnya berada di DI Akedaga mengaku bersyukur dengan adanya rehabilitasi jaringan irigasi karena kebutuhan air tercukupi sehingga tanaman padi bisa tumbuh baik.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Rupiah
Ekonomi & Bisnis

Cadangan Devisa Turun, BI Hadapi Dilema Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday — Cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tercatat turun...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan HIPMI Kolaborasi Kembangkan Unit Usaha Kopdes

YOGYAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak HIPMI Yogyakarta mengembangkan Koperasi...

Bank Danamon
Ekonomi & Bisnis

IIMS 2026 Jadi Penanda Kebangkitan Otomotif Nasional, Kemenperin Bidik Akselerasi Industri Hijau

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah menegaskan industri otomotif nasional belum kehabisan bensin. Justru...

Ekonomi & Bisnis

Danamon, Adira Finance, dan MUFG Kembali Jadi Sponsor Utama IIMS Jakarta 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) dan PT Adira...