JAKARTA, Bisnistoday – Selain mengumumkan kondisi neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus dalam 26 bulan beruntun sejak Mei 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2022 pada hari ini (15/7). BPS merilis angka kemiskinan Maret 2022 mengalami penurunan.
“Tingkat kemiskinan di bulan Maret 2022 mencapai 9,54 persen. Jika dihitung jumlah penduduknya, penduduk miskin di bulan Maret masih sebesar 26,16 juta orang,” kata Kepala BPS, Margo Yuwono kepada media, di Jakarta, kemarin.
Apabila dibandingkan dengan kondisi September 2021, penduduk miskin Indonesia mengalami penurunan 0,17 persen poin atau sebesar 0,60 persen poin jika dibandingkan kondisi Maret 2021. Data kemiskinan yang dihasilkan BPS diperoleh melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan setiap bulan Maret dan September.
“Kita bisa melihat bahwa dengan pemulihan ekonomi berpengaruh pada menurunnya kemiskinan di tahun 2022. Sejalan, ekonomi membaik, kemiskinannya mengalami penurunan,” terang Margo.
Pada triwulan I/2022, pemulihan ekonomi Indonesia terus meningkat. Sebagai gambaran, perekonomian Indonesia pada triwulan I/2022 tumbuh lebih tinggi dibanding triwulan III/2021. Tingkat Pengangguran Terbuka Februari 2022 turun 0,66 persen poin dibandingkan Agustus 2021. Sementara itu, dari data Kemenko PMK, penyaluran bantuan sosial, baik Program Keluarga Harapan maupun bantuan sembako pada Maret 2022 meningkat./








































