www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 15 Agustus 2026
Home EKONOMI Kenaikan BBM Bakal Menambah Beban Masyarakat
EKONOMIEnergi

Kenaikan BBM Bakal Menambah Beban Masyarakat

POMPA BBM di salah satu stasiiun pengisian bahan bakar minyak, belum lama ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Rencana kenaikan harga BBM untuk jenis non subsidi dan subsidi mendapat penolakan dari Anggota Komisi VII, DPR RI. Dewan menilai, kenaikan harga BBM bakal memperburuk kehidupan ekonomi masyarakat kelas bawah. 

“Kenaikan BBM ini membebani APBN harus cari sumber-sumber lain untuk melakukan subsidi terhadap BBM,” ungkap Nurhasan Zaidi, Anggota Komisi VII, DPR dari Fraksi PKS dalam keterangan melalui @Fraksi PKS, DPRRI, kemarin.

Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia telah menembus angka 100 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik menjadi menetap di 107,93 dolar AS per barel. Sehari sebelumnya telah melonjak hampir 9,0 persen dalam persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan 2020.

Berita Terkait : Harga Minyak Dunia Bisa Melambung 300 USD Per Barel

Sementara, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April naik menjadi 104,70 dolar AS per barel.

Menurut Nurhasan, rencana menaikkan harga BBM subsidi maupun non subsubsidi  dari Pertamina dan Pemerintah. Kenaikan BBM ini sebagai dampak dari melonjaknya harga minyak mentah dunia. Hal ini berakibat besaran subsidi BBM menjadi lebih kecil.

“Saya mendengar Pertamina dan pemerintah ini akan menaikkan harga BBM bersubsidi maupun non subsidi. Kita memahami untuk itu, pemerintah harusnya lebih kreatif jangan sampai kenaikan BBM ini membebani APBN jadi kehadiran pemerintah harus lebih kreatif lagi tidak lagi beban subsidi BBM ini,” terangnya. 

Nurhasan mengatakan, kenaikan BBM ini membebani APBN sehingga seharus pemerintah dan pertamina kreatif mencari sumber-sumber lain untuk melakukan subsidi terhadap BBM.

“BBM ini naik, ditengah situasi daya beli masyarakat yang masih sangat rendah. Dengan kenaikan BBM ini akan berefek variabel pada faktor-faktor kenaikan yang lain,” tuturnya.  

Menurut Nurhasan, intinya rakyat masih menunggu kehadiran negara untuk lebih memperhatikan situasi dan kondisi. “Itu saja poin penting bikin kita fokus dulu satu-satu persoalan itu ya,” terangnya.

Sekarang ini, menurut Nurhasan, relevansi dengan persoalan masyarakat bawah pasca pandemi ini situasi berefek pada krisis ekonomi yang belum selesai. Daya beli masyarakat dibawah khususnya secara nasional maupun di daerah pemilihan masih rendah./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri Koperasi
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berkapasitas 45 Ton, Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

MUSI BANYUASIN, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan CPO milik...

Rapat KUR
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai September

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah memastikan suku bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri UMKM Tegaskan Ojol Tidak Dikenai Pajak

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Apresiasi Wamena Coffee Festival Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

WAMENA, Bisnistoday - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan apresiasi yang tinggi...