www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 8 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Ketegangan Global dan Momentum Ramadan Dorong Perburuan Investasi Emas
Ekonomi & Bisnis

Ketegangan Global dan Momentum Ramadan Dorong Perburuan Investasi Emas

emasku
Standarisasi Produk Emas./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ketegangan geopolitik global kembali mendorong perhatian pasar terhadap emas. Eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya tensi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada awal Maret, memicu kenaikan harga emas global setelah sempat mengalami koreksi pada awal tahun.

Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda mengatakan, dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini kembali menegaskan peran emas sebagai instrumen penyimpan nilai dalam jangka panjang. “Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, seperti konflik geopolitik maupun tekanan inflasi, masyarakat cenderung melihat emas sebagai sarana menabung nilai yang relatif stabil. Kami melihat minat terhadap kepemilikan emas tetap kuat, baik dari masyarakat maupun institusi,” ujar Thendra di Jakarta, Rabu (11/3).

Sementara, lanjut Thendra, momentum musiman seperti bulan ramadan, turut memperkuat permintaan emas. Perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan Ramadan dan Idul Fitri secara tradisional menjadi periode peningkatan pembelian emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan yang sering dijadikan hadiah maupun tabungan keluarga. Menurut Thendra, faktor musiman ini sering kali memberikan dorongan tambahan bagi permintaan emas di pasar domestik.

“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas pembelian emas. Selain sebagai hadiah, masyarakat juga semakin melihat emas sebagai salah satu cara menabung untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” jelasnya.

Sepanjang Februari 2026, harga rata-rata emas tercatat berada di level USD 5.015 per ounce atau sekitar Rp2,71 juta per gram, meningkat 17% secara tahunan dan 6% dibandingkan bulan sebelumnya. Harga emas bahkan ditutup pada level USD 5.278 per ounce, mendekati rekor tertinggi yang tercapai pada Januari lalu. Sebagai informasi, harga terbaru HRTA Gold per 10 Maret 2026, pukul 08.40 WIB tercatat sebesar Rp 2.893.000 per gram.

Kenaikan harga emas di pasar domestik juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia mencatat rupiah berada pada kondisi undervalued di tengah ketidakpastian global, sehingga pelemahan mata uang ini turut membuat harga emas menjadi lebih tinggi dalam rupiah meskipun perubahan fundamental di pasar emas global tidak terlalu besar.

Di tingkat global, arah kebijakan moneter Amerika Serikat turut menjadi faktor penting. The Federal Reserve kembali menahan suku bunga pada Februari di tengah inflasi yang masih berada di atas target, meskipun tetap membuka ruang untuk penurunan suku bunga di masa mendatang.

Ketegangan geopolitik juga menjadi katalis terbaru bagi pergerakan harga. Pada awal Maret, serangan militer yang menewaskan pemimpin Iran memicu kenaikan harga emas sekitar 1%, diikuti lonjakan harga minyak yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi ini mendorong sebagian pelaku pasar untuk menempatkan emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Selain faktor permintaan masyarakat, tren akumulasi emas oleh bank sentral juga menunjukkan sinyal kuat. Bank Indonesia menambah 7 ton emas ke dalam cadangan nasional sepanjang 2025, sehingga total cadangan emas mencapai 85 ton pada akhir tahun tersebut. Pembelian kembali sekitar 2 ton emas pada Januari 2026 menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai dalam cadangan negara./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Meletakkan Batu Pertama Pembangunan KDMP Dekai di Yahukimo

YAHUKIMO, Bisnistoday - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan peletakan batu pertama...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Wamenkop Lepas 86 Pekerja Migran ke Jepang

TANGERANG, Bisnistoday – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah melepas secara simbolis...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Program KDKMP Wujud Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo

JAKARTA, Bisnistoday - Pemikiran Ekonom Indonesia, Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang menegaskan kemerdekaan...

TransNusa
Ekonomi & Bisnis

TransNusa Buka Rute Manado – Ternate Untuk Perluas Pelayanan Indonesia Timur

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan aktivitas ekonomi...