JAKARTA, Bisnistoday-Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) mendorong para pelaku usaha mikro yang tergabung dalam paguyubanya untuk membudayakan menabung dengan program Cicilan Emas (Cilem). Program ini hadir merupakan bagian kerja sama antara KERIS dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) skala mikro.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum KERIS dr Ali Mahsun ATMO M Biomed yang juga Ketua Umum APKLI-P dan Presiden Kawulo Alit Indonesia di Jakarta, Selasa, (20/6).
Ali mengatakan, setiap pelaku ekonomi rakyat yang dapatkan fasilitas modal usaha kerjasama KERIS dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) diwajibkan menabung cicilan emas (Cilem).
“Besarannya minimal 5% dan maksimal 10%. Kebijakan ini ujung dan akhirnya untuk kemajuan dan keunggulan ekonomi rakyat dan hidupnya sejahtera berkeadilan,” tutur Ali Mahsun.
Menurut Ali Mahsun, tidak ada maksud dan tujuan lain kebijakan ini kecuali untuk dongkrak budaya nabung, memupuk rasa tanggungjawab, membangun karakter serta pemicu spirit untuk maju dan unggul bagi pelaku ekonomi rakyat. Juga untuk meningkatkan trust worthy lembaga keuangan dan atau perbankan terhadap ekonomi rakyat.
“Kebijakan ini juga bersesuaian dengan budaya bangsa kita atau Base on culture of Indonesian people,” terangnya.
Nasabah Cilem BSI-KERIS
Sebagai realisasi program, lanjut Ali Mahsun, seperti apa yang telah disampaikan kepada Direktur Ritel Banking BSI, Ngatari, telah terealisasi. Adalah Ibu Enti Yurlina Pengusaha Cathering Anggota KERIS yang menjadi nasabah pertama Cicilan Emas di BSI.
Penyerahan Tabungan Cicilan Emas dilakukan oleh Brand Manager BSI Lubang Buaya Jakarta Timur, Nashichul Uchwan kepada Anggota KERIS Enti Yurlina di Kantor BSI KCP Lubang Buaya Jakarta Timur.
“Kebijakan ini semata-mata demi kebaikan dan kemajuan usaha dan ekonomi pelaku ekonomi rakyat. Ujung dan muaranya hidupnya sejahtera berkeadilan dan masa depan keluarganya terjamin secara baik,” tambah Ali Mahsun.//








































