JAKARTA, Bisnistoday – Koperasi Jasa Adhi Sejahtera (KOJAS) telah mendapatkan pinjaman dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koprasi Usaha Kecil dan Menengah sebesar Rp7,17 miliar. Pembiayaan yang digunakan untuk perkuatan modal tersebut dicairkan dua tahap. Tahap pertama pada Juli 2023 sebesar Rp6,05 miliar, dan tahap kedua pada tahun yang sama sebesar Rp1,13 miliar.
“Perkuatan permodalan LPDB-KUMKM menawarkan pembiayaan dengan bunga yang jauh lebih terjangkau dan murah dibanding lembaga pembiayaan atau lembaga keuangan lain. Di samping itu, dengan mengakses pembiayaan LPDB-KUMKM, KOJAS pun turut mendukung program pemerintah. Harapannya, LPDB-KUMKM dapat lebih merata lagi dalam hal penyaluran dana bergulir,” ungkap Inonu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/12).
Selain bersinergi dengan LPDB-KUMKM, KOJAS juga bekerjasama dengan koperasi-koperasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya yang telah berjalan. Dari sisi internal, KOJAS juga terus meningkatkan kualitas layanan kepada anggota melalui teknologi salah satunya
“PADI UMKM” yaitu aplikasi platform digital untuk transaksi pembelian dan penjualan baik ke anggota ataupun antar rekanan yang telah digunakan sejak Januari 2023.
Harapan KOJAS, sambung Inonu, seluruh koperasi-koperasi di Indonesia dapat lebih maju dan berkembang, khususnya melalui perkuatan permodalan LPDB-KUMKM. Sehingga dengan suntikan pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM yang bertarif rendah dapat menyejahterakan anggota, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukung Sektor KUMKM
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo, menyatakan bahwa LPDB-KUMK berkomitmen kuat dalam mendukung sektor koperasi dan UMKM melalui dana bergulir yang merupakan instrumen pembiayaan resmi dari Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM.
“Dalam upaya mewujudkan pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan bersahabat, LPDB-KUMKM memastikan bahwa dana bergulir ini menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan sektor tersebut. Dana bergulir bukan hanya sekadar pinjaman, tetapi juga merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah untuk meningkatkan kapasitas koperasi dan UMKM. Kami yakin bahwa pembiayaan yang mudah diakses, terjangkau, dan ramah akan memberikan dorongan besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang,” kata Supomo.
Supomo juga mengajak semua koperasi untuk aktif mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM. Menurutnya kesempatan ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan daya saing dan memperluas usaha.
Baca juga: Jateng Teragresif Mengakses Dana Bergulir dari LPDB KUMKM
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa proses pengajuan dan pencairan dana bergulir berlangsung efisien dan transparan. Dan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi koperasi dan UMKM untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional,”jelas Supomo.
Demikian halnya LPDB-KUMKM yang turut mendukung melalui Program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM.
Program Inkubator, tutur Supomo, merupakan bentuk upaya LPDB-KUMKM dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia. Selain itu, melalui Program Inkubator Wirausaha, LPDB-KUMKM terus menjaga integritas dan kualitas layanan dalam hal penyaluran dana bergulir kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah./

