SURABAYA, Bisnistoday – Semangat memperkuat ketahanan pangan nasional ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Koperasi Kana dan Kopdes/Kel Merah Putih. Acara yang digelar di Surabaya ini menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian usaha berbasis koperasi. Kerja sama ini diharapkan mampu menjangkau kebutuhan pangan masyarakat secara luas dan berkelanjutan.
Program unggulan yang diluncurkan oleh Koperasi Kana adalah Koperasi Manis, yang bertujuan memperkuat peran koperasi sebagai distributor utama gula dan sembako. Melalui kolaborasi ini, Koperasi Kana berkomitmen menciptakan sistem distribusi pangan yang transparan, efisien, dan menguntungkan bagi seluruh anggota koperasi. Ini adalah dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam membentuk Kopdes/Kel Merah Putih.
Sebagai bagian dari fasilitas program, Koperasi Kana menawarkan terobosan sistem konsinyasi tanpa uang muka (DP) dengan total nilai transaksi mencapai Rp 200 juta per Kopdes/Kel setiap bulan. Sistem ini memberikan fleksibilitas bagi koperasi desa dalam mengelola perputaran barang tanpa hambatan finansial. Selain itu, setiap Kopdes/Kel juga menerima pendanaan operasional sebesar Rp 2 juta per bulan.
Jonathan Danang Wardhana, Ketua Koperasi Kana, menyatakan bahwa Koperasi Manis adalah wujud dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam membentuk Kopdes/Kel Merah Putih.
“Program ini bukan hanya soal distribusi gula, tetapi juga soal memastikan ketersediaan sembako sebagai kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (29/9/2025).
Ia berharap program ini dapat memperkuat dan mendukung Kopdes/Kel Merah Putih agar mandiri dan memberikan manfaat maksimal.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Kopdes Prasung di Sidoarjo, M. Habibullah, terhadap sistem transaksi yang diterapkan. “Sistem konsinyasi yang diterapkan sangat membantu kami dalam menjaga kelancaran distribusi,” kata Habibullah. Ini memungkinkan koperasi desa untuk menjaga ketersediaan gula dan sembako dengan cara yang lebih fleksibel dan efisien.
Ketua Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia, Irsyad Muchtar, menyoroti bahwa masalah permodalan seringkali menjadi kendala utama dalam pengembangan koperasi daerah. “Keterbatasan permodalan sering kali menghambat pertumbuhan koperasi,” jelas Irsyad. Program Koperasi Manis hadir untuk menjawab tantangan tersebut, dengan menyediakan modal yang cukup dan memperluas jangkauan distribusi.
Dukungan penuh terhadap model kolaborasi ini juga datang dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Endrizal. Beliau menilai Koperasi Manis sebagai model yang efektif dan dapat diimplementasikan di berbagai daerah. “Program seperti ini penting untuk menggerakkan perekonomian rakyat; Kami akan mendukung agar kolaborasi ini dapat diterapkan di daerah-daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Acara penandatanganan ini dihadiri oleh 12 perwakilan Kopdes/Kel dari Surabaya dan Sidoarjo, menunjukkan antusiasme terhadap program ini. Dengan adanya kesepahaman ini, Koperasi Kana dan Kopdes/Kel Merah Putih optimis dapat memberikan dampak signifikan dalam distribusi pangan pokok serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Koperasi Manis diharapkan menjadi blueprint kolaborasi yang sukses.








































