www.bisnistoday.co.id
Minggu , 2 Agustus 2026
Home GLOBAL Ledakan di Selat Hormuz Bikin Konflik AS-Iran Kembali Memanas
GLOBAL

Ledakan di Selat Hormuz Bikin Konflik AS-Iran Kembali Memanas

Gesekan terbaru antara pasukan AS dan Iran ini membuat upaya untuk mengakhiri konflik semakin sulit.

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Militer AS melancarkan serangkaian serangan di dekat Selat Hormuz pada Selasa (26/5/2026) pagi, saat delegasi Iran berangkat menuju  Qatar untuk berunding guna mengakhiri perang AS-Israel di Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim serangan itu untuk melindungi pasukan AS dari kemungkinan ancaman pasukan Iran. Namun, mereka tidak memberikan rincian tentang serangan dan lokasinya.

“Target termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau,” kata Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, juru bicara CENTCOM, kepada Al Jazeera.

Media Iran melaporkan ledakan terjadi di Bandar Abbas, sekitar 70 km (42 mil) dari Selat Hormuz, di Iran selatan.

Serangan terbaru AS ini terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 8 April, dan di tengah upaya perundingan (yang dimediasi Qatar), untuk mengakhiri perang yang telah memicu krisis energi di seluruh dunia.

Koresponden Al Jazeera di Teheran mengatakan para pejabat Iran telah mengecam pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata oleh Amerika Serikat.

Seorang juru bicara senior angkatan bersenjata Iran memperingatkan serangan ini akan dibalas dengan respons yang jauh lebih berat dan dan akan membuat konflik ini makin meluas.

Sebelumnya, pada Senin, dalam sebuah unggahan panjang di Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan dengan baik, tetapi ia memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut jika tidak ada kesepakatan.

Serang Drone

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone AS, tanpa menyebutkan kapan. Mereka hanya menyatakan “Iran berhak untuk membalas.”

Beberapa sumber Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Korps Garda Revolusi Islam juga telah menargetkan sebuah kapal  sebelum serangan AS tersebut.

Gesekan  terbaru antara pasukan AS dan Iran ini membuat upaya untuk mengakhiri konflik semakin sulit.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
GLOBAL

Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika

JAKARTA, Bisnistoday - Para kandidat berhaluan kiri di Amerika Serikat yang berafiliasi...

Mal di Kota Kashima yang rusak parah akibat gempa. (Dok: NHK)
GLOBAL

Sebuah Pusat Perbelanjaan di Jepang Rusak Parah akibat Gempa

JAKARTA, Bisnistoday – Gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi di selatan Jepang,...

Gempa 7,1 SR di Jepang selatan, Selasa (28/7/2026) (dok: NHK)
GLOBAL

Gempa Kuat 7,1 SR Guncang Jepang Selatan

JAKARTA, Bisnistoday - Gempa bumi yang sangat kuat mengguncang wilayah Kyushu, Jepang,...

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]
GLOBAL

Ribuan Orang Dievakuasi akibat Karhutla di Spanyol dan Prancis

JAKARTA, Bisnistoday - Lebih dari 267.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat...