www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 5 September 2026
Home HEADLINE NEWS Makan Bergizi Gratis Harus Dimulai Dari Wilayah Kantong Kemiskinan
HEADLINE NEWS

Makan Bergizi Gratis Harus Dimulai Dari Wilayah Kantong Kemiskinan

Wapres Gibran
Gibran Uji Coba Makan Bergizi Gratis. (ist)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday -Sebagai program unggulan pemerintahaan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabumingraka yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini, diminta untuk diterapkan lebih awal di daerah kantong-kantong kemiskinan.

Pendiri INDEF, Prof Dr Didik J Rachbini mengatakan, penggunaan dana Makan Bergizi Gratis (MBG) memang harus diwujudkan sebagai janji kampanye Prabowo, dengan catatan, penggunaan dananya sangat besar.

“Jadi supaya tidak mengganggu APBN maka harus bertahap mulai dari wilayah-wilayah miskin terutama. Program MBG ini belum jelas ujudnya, bagaimana dijalankan dan lain-lain,” tutur Didik, saat diskusi INDEF bertajuk “Makan Bergizi Gratis via UMKM : Apa Saja Pembelajaran ke Depan?”, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, program MBG ini seharusnya diwajibkan dan didesentralisasikan dengan UMKM di daerah-daerah meski dananya dari pusat. Apabila dana dipusatkan, bisa jadi sumber korupsi dan lain-lain. “Jadi memang sudah harus diwajibkan. Hanya problemnya bagaimana gizinya cukup.”

Didik menguraikan, bahwa program MBG ini harus didesentralisasikan ke daerah dengan melibatkan UMKM lokal. Terutama difokuskan ke daerah-daerah yang rawan gizi. Namun untuk standarisasi mutu dan sebagainya memang perlu dimonitor. UKM sendiri memang harus diajari soal standar mutu. Meski pernah punya catering sebelumnya.

Mengingat dananya terbatas, lanjut Didik, harus menggandeng perusahaan besar yang berada di wilayah masing-masing dan sumber-sumber dana lain yang sifatnya sosial di luar APBN, CSR, termasuk zakat, hendaknya dijadikan satu program. “Masyarakat mampu juga diajak berderma untuk MBG, dengan masuk wilayah amal baik seperti zakat.”

Mendorong Multiplier Effect Wilayah

Esther Sri Hastuti Ph.D, Direktur Esksekutif INDEF menuturkan, multiplier Effect dari program MBG atau penambahan asupan buat otak siswa didik agar lebih cemerlang. Diharapkan juga pendidikan anak akan lebih baik. Kualitas pendidikan yang lebih baik maka mobilitas sosial juga membaik. Faktor mutu kesehatan juga menjadi lebih baik.

“Program MBG diharapkan juga berdampak pada lingkungan sekitarnya, contoh, Kesejahteraan UMKM, mitra-mitra makanan minuman, kesejahteraan keluarga, juga lapangan pekerjaan apakah akan lebih banyak tercipta. Juga munculnya kebiasaan memilih pangan lokal yang lebih sehat,” tuturnya.

Ester menambahkan, target MBG adalah 80 juta orang terdiri dari : 44 juta anak usia sekolah, 4 juta santri, 30 juta balita dan 4 juta ibu hamil. Anggaran Rp71 triliun.

“Penerima manfaat MBG yakni, peserta didik PAUD, SD,SMP, baik di kabupaten atau kota, terlebih daerah yang punya status stunting tinggi. MBG seyogyanya dilakukan oleh UMKM lokal, penyedia makanan ataupun berupa dapur umum.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

KDAI Taipei
HEADLINE NEWS

KDEI Taipei Gelar Promosi Penjualan Paket Wisata ke Indonesia

TAIPEI, Bisnistoday - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menggelar misi...

Pabrikan BYD
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Pabrik BYD di Subang Tingkatkan Basis Manufaktur EV Dalam Negeri

JAKARTA, Bisnistoday- Seiring beroperasinya fasilitas produksi PT BYD Motor Indonesia di Subang,...

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWSKawasan Global

Presiden Prabowo Hadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Rusia

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Prabowo Tiba di Rusia Jadi Tamu Kehormatan di Eastern...