www.bisnistoday.co.id
Minggu , 7 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Mendag Busan Dampingi Presiden RI ke APEC Korsel : Fokus Penguatan Perdagangan dan Rantai Pasok Global
HEADLINE NEWS

Mendag Busan Dampingi Presiden RI ke APEC Korsel : Fokus Penguatan Perdagangan dan Rantai Pasok Global

Mendag Budi Santoso
Social Media

KUALALUMPUR, Bisnistoday — Usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-14 ASEAN di Malaysia, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (Mendag Busan) langsung bertolak ke Gyeongju, Korea Selatan. Ia dijadwalkan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Economic Leaders Meeting yang berlangsung pada 29 Oktober-1 November 2025.

Dalam pernyataannya sebelum keberangkatan, Mendag Busan menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen aktif mendorong penguatan kerja sama ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

“Kami mengharapkan hasil yang konstruktif, terutama untuk memperkuat sektor perdagangan dan rantai pasok kawasan di tengah dinamika global,” ujar Mendag Busan di Kuala Lumpur.

Rangkaian agenda APEC akan dimulai dengan Pertemuan Para Menteri Ekonomi APEC (29–30 Oktober) yang dihadiri Mendag Busan bersama Menlu Sugiono, kemudian dilanjutkan Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEChingga 1 November 2025, yang dihadiri langsung Presiden RI.

Bahas Adaptasi Rantai Pasok dan Transformasi Perdagangan Dunia

Dalam forum tersebut, Indonesia akan menyoroti sejumlah isu penting di bidang ekonomi dan perdagangan, antara lain:

  • Adaptasi rantai pasok kawasan APEC terhadap perubahan global;
  • Pemanfaatan teknologi baru untuk memperkuat fasilitasi perdagangan; dan
  • Peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam menata ulang sistem perdagangan global yang lebih inklusif.

Selain itu, Mendag Busan dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra dagang utama, termasuk Rusia, Hong Kong, dan Meksiko, guna memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi.

APEC: Mitra Strategis bagi Indonesia

Sebagai salah satu dari 21 ekonomi anggota APEC, Indonesia memiliki peran penting dalam arsitektur ekonomi kawasan.Pada tahun 2024, total PDB gabungan APEC mencapai USD 1,40 triliun dengan populasi sekitar 2,82 miliar jiwa, atau 40% dari total penduduk dunia.

Sementara itu, nilai perdagangan Indonesia dengan APEC mencapai USD 380,04 miliar. Ekspor Indonesia sebesar USD 195,01 miliar melampaui impor senilai USD 185,04 miliar, menghasilkan surplus USD 9,97 miliar.

Produk unggulan ekspor Indonesia ke kawasan APEC mencakup besi dan baja, mesin kelistrikan, minyak nabati, nikel dan turunannya, serta kendaraan bermotor. Sedangkan impor terbesar berasal dari mesin, plastik, besi, dan peralatan mekanis.

Menatap Masa Depan Perdagangan Regional

Partisipasi aktif Indonesia dalam APEC 2025 diharapkan memperkuat posisi negara dalam rantai nilai global dan memperluas akses pasar bagi produk unggulan nasional.

“APEC bukan sekadar forum diplomasi ekonomi, melainkan ruang strategis untuk memastikan Indonesia tetap tangguh dan adaptif di tengah perubahan global,” ujar Mendag Busan menutup pernyataannya.

Dengan agenda padat dari KTT ASEAN hingga APEC, Indonesia menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak kerja sama ekonomi kawasan, sekaligus memperkuat daya saing nasional di tengah arus perdagangan dunia yang semakin dinamis.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menkeu Purbaya
HEADLINE NEWS

‎Kemenkeu dan BI Tingkatkan Sinergi Untuk Redam Gejolak Pasar

JAKARTA, Bisnistoday - Ditengah gempuran tekanan global dan domestic, Kementerian Keuangan dan...

Univ. Paramadina
HEADLINE NEWSHumaniora

LLDIKTI Wilayah III Usulkan Tata Ulang Waktu Penerimaan Mahasiswa

JAKARTA, Bisnistoday- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III terhadap Memperhatikan keberlangsungan...

Pasar Saham
BursaHEADLINE NEWS

Dibanding Pasar Emerging Market, Pasar Saham Indonesia Bergerak Anomali

JAKARTA, Bisnistoday - PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa pasar saham Indonesia...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Neraca Perdagangan April 2026 Tetap Surplus, Ditopang Kenaikan Harga Ekspor Sejumlah Komoditas

JAKARTA, Bisnistoday - Kemendag menyatakan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan...