www.bisnistoday.co.id
Rabu , 10 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Menembus Pasar Global, Home Decoration dari Pulau Dewata Jadi Primadona Buyer Mancanegara
Ekonomi & Bisnis

Menembus Pasar Global, Home Decoration dari Pulau Dewata Jadi Primadona Buyer Mancanegara

Social Media

BALI, Bisnistoday – Di tengah gemerlap pariwisata dan keindahan alamnya, Bali kini semakin bersinar di mata dunia melalui produk kerajinannya yang memukau. Dari tangan-tangan terampil para pengrajin lokal, lahir beragam home decoration yang tidak hanya memikat hati para wisatawan, tetapi juga meraih perhatian buyer dari berbagai belahan dunia.

Melalui strategi ekspor yang cermat, kerajinan asal Bali seperti patung kayu, anyaman rotan, hingga pernak-pernik dekoratif kini menghiasi banyak rumah di mancanegara. Ini membuktikan bahwa sentuhan artistik Pulau Dewata mampu menembus pasar global.

Salah satu home decoration tersebut dihasilkan oleh PT Mitra Bali Trade Fair yang merupakan  anggota Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), mereka secara jeli memanfaatkan peluang pasar ekspor dalam mengembangkan usahanya.

“Home decoration yang kami produksi sekitar 90 persen untuk memenuhi permintaan pasar ekspor. Sementara sisanya untuk memenuhi permintaan pembeli di dalam negeri. Produk kerajinan yang kami buat  ini diberi brand atau merek ‘’MITRA BALI’’, kata Direktur sekaligus pemilik PT Mitra Bali Fair Trade, Hani Wardani Duarsa dalam percakapan dengan Bisnistoday Minggu (16/6)

Menurut Hani yang juga Ketua DPD HIMKI Provinsi Bali beberapa produk kerajinan yang dibuat oleh MITRA BALI adalah Kitchenware Wooden Decoration yaitu dekorasi rumah yang terbuat dari kayu dan biasanya digunakan di dapur. Meliputi berbagai produk

Dekorasi rumah ini meliputi sejumlah produk seperti  panci, penggorengan, mangkuk, dan sendok, yang biasanya digunakan untuk memasak dan makan. Dekorasi kayu ini dapat menambah sentuhan alami dan hangat pada dapur, dan juga dapat digunakan sebagai hiasan.

“Produk kerajinan buatan MITRA BALI  90 persen diekspor ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Austria, Republic Czech, Denmark, Jepang, Australia, Columbia dan Turki,’’ jelas Hani.

Masih soal kitchenware wooden decoration antara 2020-2022 penjualannya mengalami peningkatan dibandingkan 2019. Permintaan konsumen dari mancanegara juga sempat meningkat ketika terjadi bencana alam, yaitu meletusnya Gunung Agung.

Para buyer yang setia itu kata Hani, sangat empati terhadap terjadinya musibah akibat gunung meletus dengan terus meningkatkan order.

‘’Untuk memenuhi banyaknya permintaan dari konsumen luar negeri itu, kami pun menjalin kemitraan atau memberdayakan para perajin yang ada di sekitar Bali. Dengan begitu para perajin tetap bisa berkarya dan mendapatkan penghasilan untuk membiayai kebutuhan hidup sehar-hari,” kata Perempuan pengusaha ini.

Namun , kata Hani penjualan 2023 hingga pertengahan 2024 mengalami penurunan.Terjadinya penurunan ekspor itu lebih disebabkan  terjadinya situasi perang di beberapa negara, sehingga hal itu berdampak terhadap kelancaran pengiriman barang ke negara tujuan ekspor.

Hani menambahkan, banyak permintaan produk kerajinan untuk pasar ekspor itu bukan hanya kepada dirinya, tetapi juga ke perusahaan lain yang bergerak di industri kerajinan di dalam negeri.

Banyaknya buyer itu menunjukkan  bisnis produk mebel dan kerajinan atau home decoration Indonesia sebenarnya cukup bagus. Perkembangan bisnis produk tersebut  menggembirakan karena didukung kemampuan kreativitas para pengrajin dan desainer yang luar biasa.

Sayangnya belakangan perkembangan  bisnis mebel dan kerajinan ndonesia terkendala banyaknya regulasi atau peraturan yang dkeluarkan pemerintah Indonesia yang berubah-ubah.

Maksudnya regulasi yang diterbitkan pemerintah menunjukkan tidak konsisten dalam mendukung kemajuan industri mebel dan kerajinan di dalam negeri. Hal ini tentu sangat menyulitkan pelaku industri mebel dan kerajinan, mapu bersaing dengan produk negara lain.

Banyaknya perarutan atau regulasi yang diterbitkan pemerintah ini dikhwatirkan akan mematikan pelaku bisnis di tanah air. Hani sendii mengaku harus mengubah strategi pasarnya, yaitu dengan menambah porsi dalam negeri,

“Kami bersyukur pasar di dalam negeri cukup menarik untuk digarap. Kami tingkatkan perlahan-lahan market sharenya menjadi 20 hingga 50 persen. Kami menginginkan market yang seimbang antara ekspor dan dalam negeri,’’ jelas Hani. ***

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dari Kiri-Kanan, First Record Breaker PGI Denny Kurniawan, Founder dan Executive Chairman Public Gold Group Dato’ Wira Louis Ng, & Head of Operations Public Gold Indonesia Febrina Amalia.
Ekonomi & Bisnis

Public Gold Indonesia Berkomitmen Perluas Literasi Emas

JAKARTA, Bisnistoday - Emas, menurut survei Populix edisi Januari 2026, merupakan aset...

Ekonomi & Bisnis

Lion Parcel Luncurkan Minipack Untuk Paket Ringan

JAKARTA, Bisnistoday - Lion Parcel, resmi meluncurkan Minipack, layanan pengiriman baru khusus...

Logo BI
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Perkuat Stabilitas Moneter, BI Rate Naik Menjadi 5,50 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kokoh di Industri, Regina Realty Menjadi Acuan Memilih Properti Menguntungkan

JAKARTA, Bisnistoday – Membangun bisnis dari pengalaman mengelola dan mengembangkan aset secara...